Sabtu, 09 Mei 2026

Di Balik Rasa Syukur, Inilah Kekhawatiran Orang Tua Bayi Kembar Empat di Medan

Rabu, 15 Maret 2017 20:15 WIB
Di Balik Rasa Syukur, Inilah Kekhawatiran Orang Tua Bayi Kembar Empat di Medan
BERITASUMUT.COM/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pasangan suami istri (pasutri), Zainedi Saputra (34) dan Silvia Arlin (33) bersyukur dikaruniai empat orang bayi kembar yang lahir di RSIA Stella Maris, Selasa (14/03/2017) kemarin.Di balik rasa syukur tersebut, pasutri ini ternyata menyimpan kekhawatiran terkait biaya rumah sakit.
 
“Belum tau berapa biaya pastinya. Saya ada rasa khawatir bagaimana biaya RS terkait perobatan dan perawatan dari keempat bayi saya nantinya,” ujar Zainedi, Rabu (15/03/2017).
 
Meski begitu, Zainedi mengaku optimis Tuhan akan memberikan rejeki kepada setiap bayi yang lahir, karena bayi adalah titipan Tuhan. Apalagi, pria yang bekerja sebagai anggota Propam Polres Binjai ini telah menantikan kelahiran kedua dari istrinya tersebut, setelah sebelumnya anak pertamanya meninggal dunia.“Tapi biaya empat anak tentu berbeda dengan satu bayi. Jadi bagaimanapun saya tetap kepikiran mengenai masalah biaya RS ini,” terangnya.
 
Menurutnya, dari pengalaman anak pertamanya lalu, yang juga lahir melalui program inseminasi, diperkirakan biaya yang akan dikeluarkannya saat ini bisa mencapai ratusan juta rupiah.“Waktu anak pertama dulu untuk programnya saja Rp 20-an juta lebih. Tapi dengan biaya perawatan dan perobatan semua menjadi Rp 30 juta lebih. Tapi itu dulu di RS Sundari. Sekarang ini saya tidak tahu berapa di rumah sakit ini,” jelasnya.
 
Zainedi menjelaskan, saat melahirkan anak pertamanya di tahun 2013 lalu, dirinya masih mendapat bantuan dari kantor setengah dari total biaya perobatan. “Tapi itu kan dulu belum BPJS. Sekarang sudah BPJS, ya tidak ada lagi. Mau diklaim kemana,” ujarnya.
 
Karenanya Zainedi mengaku bingung memikirkan biaya untuk keempat anaknya, sebab RSIA Stella Maris juga tidak mengcover layanan BPJS. “Kalau pakai BPJS, saya gak akan bingung begini,” katanya.
 
Ia menyebutkan, tidak menggunakan BPJS karena tahu melahirkan bayi kembar, apalagi kembar empat resikonya lebih tinggi. Karena itu dia memilih RSIA Stellah Maris demi keselamatan istri dan anak-anaknya.  “Saya tidak mau mengambil resiko. Untuk penanganan anak kembar kan di sini (RSIA Stella Maris) ahlinya. Makanya semuanya di sini, termasuk dokter yang menanganinya juga,” sebutnya.
 
Begitupun, Zainedi sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga untuk mebicarakan masalah biaya di RS tersebut. Namun pihak keluarga juga tidak semuanya dapat membantu biaya yang cukup besar tersebut.Selain itu, ia juga sudah menghadap pimpinannya untuk meminta bantuan. Namun itu juga belum mencukupi untuk menutupi total biaya yang dibutuhkan.
 
Lebih lanjut, Zainedi mengakui kondisi keempat bayinya sudah mulai membaik. Bahkan, anak ketiga yang sempat dibantu alat pernafasan sudah bisa dilepas, karena pernafasannya sudah mulai normal.“Alhamdulillah kondisi anak dan istri saya sudah baik,” ungkapnya bersyukur.
 
Sementara itu, Ketua tim dokter yang menangani pasien tersebut, DR dr Binarwan Halim MKed (OG) SPOG (K) FISC sebelumnya menyampaikan, bahwa biaya yang dikeluarkan untuk program inseminasi ini mencapai sekitar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta. Namun begitu, Binarwan enggan menyebutkan berapa jumlah biaya yang akan dikeluarkan untuk kelahiran dari keempat bayi Zainedi.(BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Kapolda Sumut Dorong Optimalisasi Medsos Sebagai Wajah Transparansi Operasi Ketupat Toba
Polda Sumut Kerahkan 12.104 Personel Dalam Operasi Ketupat Toba 2025
Tekan Inflasi, Pemko Binjai Gelar Gerakan Pangan Murah
Presiden Prabowo Dorong Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di 70 Ribu Desa
Satuan Narkoba Polrestabes Medan Ringkus Bandar Narkoba Sunggal
Operasi Pasar Murah Digelar, Harga Daging Rp 75.000/Kg
komentar
beritaTerbaru
hit tracker