Kamis, 25 Juni 2026

Plt Kadis Dinkes Kesehatan Labuhanbatu Kena OTT, Para ASN Ketakutan

Rabu, 15 Maret 2017 19:15 WIB
Plt Kadis Dinkes Kesehatan Labuhanbatu Kena OTT, Para ASN Ketakutan
BERITASUMUT.COM/BS04
Gubernur LIRA Sumut, Rizaldi Mavi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Plt Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Labuhanbatu Asrarul Hayat Nasution (AHN) terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Tim Polres Labuhanbatu bersama Satgas Saber Pungli Provsu. Asrarul dibekuk langsung dari kediamannya di Jalan Kancil, No.6, Kelurahan Pardamean, Kecamatan Rantau Selatan.
 
Pasca kejadian tersebut, pejabat di institusi lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu banyak yang merasa ketakutan. Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumut, Rizaldi Mavi mengungkapkan jika hal ini mengindikasikan praktik pungutan liar (pungli) dalam rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) di kabupaten tersebut telah terjadi secar masif dan sistemik.
 
"Ini patut jadi catatan. Jika memang tidak melakukan hal serupa, mengapa para pejabat di Labuhanbatu mejadi ikut ketakutan setelah rekan mereka tertangkap tangan?" ujar mantan Ketua Komando Inti (KOTI) Mahatidana Pemuda Pancasila Sumut, Rabu (15/03/2017).
 
Menurutnya, apa yang kemudian harusnya dilakukan penyidik Polri adalah mengusut hingga ke pusat kekuasaan di Pemkab Labuhanbatu. Sebab, sebuah penyimpangan bisa terjadi secara masif dan sistemik bila ada perintah berjenjang hingga ke pusat kekuasaan.
 
"Jadi, kita berharap penyidikan kasus OTT Plt Kadis Kesehatan Labuhan Batu ini tidak terputus. Jangan pula hanya si Plt Kadis Kesehatan yang menanggung sendiri, jika memang bisa dibuktikan bahwa penyimpangan itu bersumber dari orang yang paling berkuasa di Pemkab Labuhanbatu," tegasnya.
 
Sebelumnya, Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang menjelaskan, OTT itu terkait indikasi pemerasan terhadap tujuh bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang akan diangkat menjadi calon ASN. Asrarul dibekuk sesaat menerima gratifikasi dari salah seorang bidan PTT.
 
Dalam praktiknya, Asrarul menerima uang secara bertahap dari para bidan PTT, dengan jumlah antara Rp6 juta sampai Rp7 juta. Modus operasinya dengan cara menghubungi para bidan PTT yang sudah lulus ujian dan akan diangkat menjadi calon ASN.Biaya yang diminta disebutkan untuk keperluan pengiriman berkas para bidan PTT ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional (Kanreg )VI Medan dan BKN Pusat melalui BKD Kabupaten Labuhanbatu.(BS04)
 

Tags
beritaTerkait
Menteri Imipas Copot 71 Pegawai Imigrasi Soetta Buntut Pungli WN China
Everton Vs Nottingham: Menang 2-0, Forest Tembus Peringkat 2 Klasemen
Madrid Juara Piala Interkontinental, Ancelotti Pecahkan Rekor Trofi
KPK Amankan Rp 1,5 M dari Penggeledahan Berkaitan OTT Eks Pj Walkot Pekanbaru
Polsek Medan Baru Amankan Preman yang Melakukan Kutipan Parkir Terhadap Pengendara Mobil
KOPI Fest 2024 Digelar 22-26 Mei di Sun Plaza Medan, Barista Indonesia Siap Berlaga ke Portugal
komentar
beritaTerbaru
hit tracker