Jumat, 05 Juni 2026

Plt Kadis Kesehatan Labuhanbatu Terjaring OTT, Bupati Diduga Ikut Terlibat

Senin, 13 Maret 2017 19:20 WIB
Plt Kadis Kesehatan Labuhanbatu Terjaring OTT, Bupati Diduga Ikut Terlibat
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kasus pungutan liar (pungli) yang menjerat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Labuhanbatu, Asrarul Hayat Nasution, diduga melibatkan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap.
 
Dugaan itu disampaikan Wakil Direktur (Wadir) Pusat Studi Hukum dan Pembaharuan Peradilan (PusHpa) Sumut, Nuriono. "Yang namanya pungli ini sudah membudaya, dan itu tidak hanya dilakukan oleh bawahan (Plt Kadis Kesehatan Labuhan Batu), tapi patut diduga atas perintah atasannya (Bupati Labuhan Batu). Tidak mungkin kalau tidak adda perintah dari atasannya," ungkapnya kepada wartawan, Senin (13/03/2017).
 
Maka dari itu, sambungnya, sebaiknya proses pemeriksaan dan penyelidikan kasus tersebut harus menyasar sampai ke tingkat yang lebih tinggi. "Kan tidak mungkin kalau tak ada perintah, jadi sepantasnya juga pemeriksaan dan penyelidikannya sampai ke tingkat lebih tinggi, atau atasannya. Bukan mustahil itu perintah atasannya dan ada setoran ke atasannya. Jangan hukum itu tajam ke bawah saja, tapi tumpul di atas," imbuhnya.
 
Dan bila dari hasil penyelidikan nantinya ditemukan adanya keterlibatan Bupati Labuhan Batu, Pangonal Harahap, Nuriono sepakat bila kasus itu diambil alih jajaran penegak hukum yang lebih tinggi, yakni Polda Sumut."Itu persoalan internal kepolisian. Namun bila Polres, dalam hal ini Polres Labuhan Batu sungkan atau segan untuk memeriksa kepala daerah, karena berstatus Kepala Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), maka sebaiknya Polda Sumut mengambil alih penanganan kasus itu," sarannya.
 
Mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan ini juga menyarankan, untuk proses penyelidikan pungli itu, sebaiknya juga menyasar ke dinas-dinas lain, bukan hanya di Dinas Kesehatan. "Seperti yang saya bilang tadi, pungli ini sudah membudaya, tidak hanya di Dinas Kesehatan tapi juga terjadi di dinas-dinas lain. Kalau mau membersihkan, ya bersihkan semuanya," jelasnya.
 
Diketahui, Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Polres Labuhanbatu bersama Satgas Saber Pungli Pemkab Labuhanbatu dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Plt Kadis Kesehatan Pemkab Labuhanbatu, Asrarul Hayat Nasution pada Kamis (09/03/2017) jam 20.00 wib di kediaman Asrarul Hayat Nasution di Jalan Kancil, No.6, Kelurahan Pardamean, Kecamatan Rantau Selatan.
 
OTT itu terkait indikasi pemerasan terhadap tujuh bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang akan diangkat menjadi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).Menurut Frido, AHN dibekuk sesaat menerima gratifikasi dari salah seorang bidan PTT. Dalam praktiknya, AHN menerima uang secara bertahap dari para bidan PTT dengan jumlah antara Rp6 juta sampai Rp7 juta.
 
Modus operasi AHN dengan cara menghubungi para bidan PTT yang sudah lulus ujian dan akan diangkat menjadi CASN. Biaya yang diminta AHN untuk keperluan pengiriman berkas para bidan PTT ke BKN Kanreg VI Medan dan BKN Pusat melalui BKD Kabupaten Labuhanbatu.
 
"Setiap meminta uang kepada para bidan PTT, AHN selalu menentukan tempatnya. Apakah di tengah jalan, maupun di depan Kantor Dinas Kesehatan Labuhanbatu. Lalu uang yang terkumpul disimpan AHN di dalam brankas di rumahnya," pungkas Frido.(BS04)
 

Tags
beritaTerkait
Audiensi IKLAB RAYA, Erni Ariyanti Tanggapi Pemekaran Sumatera Timur dan Sekolah Unggulan
Menteri Imipas Copot 71 Pegawai Imigrasi Soetta Buntut Pungli WN China
Everton Vs Nottingham: Menang 2-0, Forest Tembus Peringkat 2 Klasemen
Madrid Juara Piala Interkontinental, Ancelotti Pecahkan Rekor Trofi
KPK Amankan Rp 1,5 M dari Penggeledahan Berkaitan OTT Eks Pj Walkot Pekanbaru
Polsek Medan Baru Amankan Preman yang Melakukan Kutipan Parkir Terhadap Pengendara Mobil
komentar
beritaTerbaru
hit tracker