Minggu, 19 April 2026

Korban Dugaan Malpraktik di RSUD Pirngadi Meninggal, Dokter Tak Punya Pilihan Selain Operasi

Selasa, 28 Februari 2017 23:15 WIB
Korban Dugaan Malpraktik di RSUD Pirngadi Meninggal, Dokter Tak Punya Pilihan Selain Operasi
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), dr Mahyono SpBA yang melakukan operasi terhadap Anggirlan Nasution (11) warga Jalan Pasar IV, Dusun VI, Desa Marendal II, Deli Serdang mengaku jika operasi merupakan tindakan terakhir yang harus dilakukan oleh tim medis.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Anggirlan meninggal setelah menjalani operasi closure dengan tindakan tutup colostomy di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, beberapa waktu lalu.
 
Mahyono menyebutkan, jika operasi tersebut tidak dilaksanakan, maka dikhawatirkan akan semakin memperburuk kondisi Anggrilan kedepannya."Kalau dibiarkan, bisa jadi infeksinya akan semakin luas. Maka tim sepakat untuk melakukan operasi, karena kita tidak ada pilihan lain. Kalau saja kita punya pilihan, tentu itu yang kita lakukan," terangnya saat menjawab wartawan, Selasa (28/02/2017) di RS milik Kemenkes tersebut.
 
Mahyono menjelaskan, tidak didapatkannya tindakan medis pada Anggirlan selama lebih kurang dua tahun usai dioperasi pada 2015 silam, sudah membuat pencernaannya terganggu dan terjadi perlengketan usus dengan usus. Seperti bagian bawah ususnya, sebut dia, kalau dibiarkan lebih lama akan menjadi kecil."Bahkan cairan kotoran sudah masuk di sela-sela antara usus dan kulit. Kalau dibiarkan lama-lama maka bisa berbahaya," jelasnya.
 
Karenanya, lanjut Mahyono, operasi yang dilaksanakan di RS Adam Malik pada Anggirlan sampai memakan waktu lima jam lebih karena harus membebaskan pelekatan usus yang luar biasa rumit dan dilakukan dengan hati-hati. Begitupun, kata Mahyono, sebelum dilakukan operasi, pihaknya sudah menyampaikan kepada keluarga Anggirlan mengenai segala kemungkinan yang bakal terjadi."Soal operasi kita sudah sampaikan, dan kekeluarga sudah tahu resikonya. Keluarga memaklumi," ujarnya.
 
RS Adam Malik sambung Mahyono, merupakan rumah sakit rujukan, jadi kasus seberat apapun harus dilakukan tindakan. Sebelumnya, Mahyono juga mengaku pihaknya sudah melakukan pemeriksaan radiologi, laboatorium dan disepakati untuk melakukan operasi pada Anggirlan.
 
Disinggung mengenai meninggalnya Anggirlan, secara medis, Mahyono mengatakan, Anggirlan meninggal dikarenakan sesak nafas. "Setelah operasi, Jumat, kondisi pasien stabil sampai hari Sabtu. Namun pada Minggu dinihari sekitar pukul 02.00 WIB pasien sesak nafas dan 1 jam kemudian gagal nafas atau meninggal. Banyak penyebab gagal nafas," tegasnya.
 
Sementara itu, dokter anestesi yang ikut dalam tim dokter yang melakukan operasi dr M Arsyad SpAn menambahkan, kondisi Anggirlan usai operasi, dibawa ke ruangan pemulihan. Setelah diawasi sampai dua jam, kondisinya bagus dan memenuhi syarat untuk dipindahkan ke ruangan."Ternyata sekitar 36 jam terjadi gagal nafas mendadak. Ini banyak penyebabnya, kita di sini lakukan audit medik dan belum bisa pastikan dari penyebab gagal nafas itu," terangnya.
 
Seperti yang diberitakan, Anggirlan diduga menjadi korban malpraktik di RSUD dr Pirngadi Medan atas operasinya pada April tahun 2015 lalu. Dimana pasca operasi kedua, usus Anggirlan dibiarkan berada di luar.Akibatnya, selama lebih kurang dua tahun Anggirlan harus terus menahan sakitnya. Hingga akhirnya ia dibawa ke RSUP H Adam Malik pada Rabu (22/02/2017) lalu untuk menjalani operasi dan akhirnya meninggal, Minggu (26/02/2017).(BS03)

Tags
beritaTerkait
Keluhkan Penanganan Dokter Bedah di RSU Vina Estetica, YNSL Mengaku Korban Malpraktik
Alami Kelainan Hati, Bayi Aiyla Adisty Jalani Pengobatan di RSUP H Adam Malik Medan
Satu Pasien Diduga Suspect Covid-19 Diisolasi di RSUP H Adam Malik Medan
Tinjau RSUD Dr Pirngadi Medan, Plt Wali Kota Medan Minta Pelayanan Kesehatan Ditingkatkan
HUT Kota Medan, RSUD Dr Pirngadi Medan Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis di Medan Selayang
Jam 9 Pagi Belum Datang, Dokter di RSUD dr Pirngadi Medan Akan Kena Sanksi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker