Kamis, 03 September 2026

Gunung Sinabung Terus Meletus, Relokasi Terhambat Lahan

Selasa, 07 Februari 2017 11:34 WIB
Gunung Sinabung Terus Meletus, Relokasi Terhambat Lahan
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus meletus. Sejak 02/02/2017 hingga 07/02/2017 pagi tercatat sudah 47 kali meletus. 
 
Pos Pengamatan Gunung Sinabung PVMBG mengamati erupsi disertai luncuran awan panas terus berlangsung tanpa dapat diprediksi kapan aktivitas vulkanik akan menurun. Sejak Juni 2015 hingga sekarang status Gunung Sinabung tetap Awas (level IV). Kawasan rawan bencana terus meluas.
 
PVMBG melaporkan berturut-turut letusan pada 02/02/2017 sebanyak 8 kali, lalu pada 03/02/2017 meletus 12 kali, 04/02/2017 meletus lagi 12 kali, selanjutnya 05/02/2017 sudah meletus 7 kali hingga sore hari. Sejak 06/02/2017 hingga 07/02/2017 pagi terjadi erupsi sebanyak 8 kali letusan tanpa disertai suara dentuman, kolom abu putih tebal keabuan mencapai ketinggian 1.000-2.000 m dari puncak, condong mengarah timur. Erupsi juga disertai guguran lava meluncur sejauh 500-2000 m ke arah selatan, tenggara, dan timur.
 
Larangan terhadap masyarakat terus diberlakukan. PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timur Gunung Sinabung. 
 
"Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar. 
 
Dengan makin meluasnya daerah yang berbahaya maka jumlah masyarakat yang harus direlokasi juga bertambah," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
 
Dikatakannya, Pemerintah Daerah Karo kesulitan mencari lahan untuk relokasi. Relokasi tahap I sebanyak 370 KK sudah selesai dilakukan di kawasan Siosar sekitar 35 km dari desa asalnya yaitu Desa Bekerah dan Simacem. Masyarakat mendapat bantuan rumah, lahan pertanian seluas 0,5 hektar per KK dan bantuan lain.
 
Saat ini Pemerintah sedang bekerja keras menyelesaikan relokasi tahap II untuk 1.903 KK. Sebanyak 1.655 unit rumah ditargetkan selesai pada Agustus 2017. Selanjutnya masih ada 1.050 KK yang harus direlokasi tahap III nantinya.
 
Faktor penghambat utama adalah ketersediaan lahan. Lahan relokasi permukiman dan usahan tani belum tersedia sepenuhnya. Lahan tapak rumah sudah disiapkan di Siosar untuk 2.053 KK seluas 250 hektar. Namun tidak tersedia lahan usaha tani sehingga masyarakat tidak bersedia direlokasi.
 
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah memberikan lahan APL (Area Penggunaan Lain) seluas 6.300 hektar yang cukup untuk permukiman dan usaha tani. Namun di lapangan lahan ini semua sudah dikuasai pihak lain. Oleh karena itu perlu pemberian ijin pinjam pakai kawasan hutan seluas 750 hektar untuk menampung relokasi sejumlah 1.271 KK. 
 
Tanpa ada lahan baru maka relokasi akan terhambat. Masyarakat akan lebih lama tinggal di pengungsian dan sulit membangun kehidupan yang lebih baik. 
 
"Kunci utama penyelesaian pengungsi Sinabung adalah penyediaan lahan untuk permukiman dan usaha tani relokasi," pungkas Sutopo.(BS01)

Tags
beritaTerkait
TNI Kerahkan Pesawat TNI AU Kirimkan Bansos untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di NTT
TNI Siaga Bantu Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur
TNI Dirikan Tenda Kesehatan dan Dapur Umum Bantu Korban Erupsi Gunung Lewotobi NTT
Erupsi Gunung Marapi Sumbar, Total Korban Meninggal Dunia 22 Orang
Lima Korban Meninggal Teridentifikasi, 18 Orang Masih Dalam Pencarian
Erupsi Gunung Marapi Sumbar, 11 Pendaki Ditemukan Meninggal
komentar
beritaTerbaru
hit tracker