Minggu, 12 Juli 2026

Menag Bertolak ke Saudi untuk Tandatangani MoU Haji

Selasa, 03 Januari 2017 23:15 WIB
Menag Bertolak ke Saudi untuk Tandatangani MoU Haji
BERITASUMUT.COM/IST
Pelaksanaan ibadah haji di Mekkah.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertolak ke Arab Saudi. Selama di Tanah Suci, Menteri Agama akan mengecek langsung persiapan awal penyelenggaraan ibadah haji dan bertemu dengan otoritas di sana untuk menandatangani MoU haji atau yang dikenal dengan Taklimatul Hajj.
 
"Indonesia tahun ini mendapat kehormatan sebagai negara pertama yang akan menandatangani MoU Haji 1438H/2017M," ujar Menag dalam kesempatan dialog live interactive dengan salah satu stasiun radio di Jakarta, seperti dilansir dari laman resmi kemenag.go.id, Selasa (03/01/2016).
 
Menurut Menag, MoU Haji memuat sejumlah kesepakatan dan ketentuan terkait penyelenggaraan haji, termasuk di dalamnya mengenai kuota. Menag berharap kuota haji tahun ini bisa kembali normal seperti pada tahun empat tahun sebelumnya."Saya berharap, mudah-mudahan perjuangan yang selama ini dilakukan membuahkan hasil (kuota kembali normal)," terang Menag.
 
Sejak tahun 2013 - 2016, Pemerintah Saudi menerapkan kebijakan pemotongan kuota sebesar 20% bagi seluruh negara pengirim jemaah haji. Indonesia awalnya 211ribu, terdiri dari 194ribu kuota jemaah haji reguler dan 17ribu kuota jemaah haji khusus. Karena pemotongan, kuota Indonesia menjadi 168.800, terdiri dari 155.200 kota haji normal dan 13.600 jemaah haji khusus.Ditanya apakah ada kemungkinan penambahan kuota di atas kuota normal, Menag Lukman mengaku belum bisa memastikan.
 
Menurutnya, penambahan kuota bukan persoalan sederhana. Selain hal sama juga harus diberlakukan kepada seluruh negara pengirim jemaah, penambahan kuota juga akan berimplikasi pada kenyamaan jemaah haji dalam menjalankan ibadah.
 
Penambahan kuota, lanjut Menag, akan berimplikasi pada bertambahnya jumlah jemaah di Tanah Suci. Kalaulah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah bisa diperluas berikut penyedian sarana prasarana dan akomodasi, namun perluasan tidak mudah dilakukan di Mina. Sebab, lokasi Mina sangat terbatas karena batasan-batasan wilayahnya sudah ditentukan."Penambahan kuota tidak hanya soal ketidaknyamanan, tapi juga ancaman keselamatan jiwa jemaah selama di Mina," katanya.
 
Kementerian Agama terus melakukan perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Kerja keras Kemenag mulai menunjukan hasil. Dalam tiga tahun terakhir, indeks kepuasan jemaah haji sebagaimana survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik terus mengalami peningkatan.
 
Indeks kepuasan jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji 1435H/2014M sebesar 81.52. Indeks kepuasan ini naik 1.15 point menjadi 82.67 pada 1436H/2015M. Kenaikan kembali terjadi pada penyelenggaran ibadah haji 1437H/2016M menjadi 83.83. Ketiganya masuk dalam kategori memuaskan. (BS02)

Tags
beritaTerkait
Meriah! Penutupan Gemi KKD ke-9 di MAS Proyek Univa Medan, Ratusan Pelajar Unjuk Bakat dan Kreativitas Dakwah
Umrah dan Haji di Tanah Suci, Tetap Terhubung dan Nyaman Bersama Tri Ibadah
Wakil Walikota Medan Apresiasi Kedubes Arab Saudi Gelar Buka Puasa Bersama di Masjid Agung
Resmi Jadi Direktur RS Haji Medan, Sri Suriani Komit Hadirkan Pelayanan Kesehatan Berlandaskan Islam
Bank Emas Diluncurkan 26 Februari, Airlangga Sebut Cocok Untuk Nabung Haji
Purnatugas Dirut RS Haji Medan, Pemprov Sumut Harapkan Rehulina Ginting Tetap Berkontribusi di Bidang Kesehatan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker