Selasa, 28 Juli 2026

Warga Kampung Aur Resah dengan Keberadaan Bandar dan Komplotan Begal di Wilayahnya

Jumat, 16 Desember 2016 21:15 WIB
Warga Kampung Aur Resah dengan Keberadaan Bandar dan Komplotan Begal di Wilayahnya
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Polisi melakukan penggerebekan.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Warga Kampung Aur, Lingkungan IV, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun resah dengan keberadaan Rajib yang diduga merupakan bandar sabu.Tak hanya itu, warga juga mensinyalir jika Rajib kerap mengumpulkan komplotan begal di rumahnya.Warga pun meminta kepada polisi untuk segera melakukan tindakan.
 
"Kami tidak menginginkan kampung kami ini sebagai tempat perkumpulan komplotan pembegal.Tiap malam dia (Rajib-red) kami lihat mengumpulkan orang-orang tak kami kenal, seperti para pembegal. Dia juga merupakan bandar sabu.Kami minta polisi menangkap dia, soalnya kami sudah resah keberadaan Rajib dan orang-orang yang tak kami kenal," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (16/12/2016).
 
Sementara itu, Panit 1 Polsek Medan Kota Ipda Ridwan saat dikonfirmasi mengaku akan menindaklanjuti keluhan warga tersebut. "Selama ini petugas tidak mengetaui adanya komplotan pembegal yang tiap malam kumpul di rumah Rajib.Mudah-mudahan atas informasi masyarakat, kita bisa menangkap Rajib dan kawan-kawannya yang diduga komplotan pembegal itu," jelasnya. (BS04)

Tags
beritaTerkait
Sarang Narkoba di Area Perkebunan dengan Pengamanan Sejumlah CCTV Digerebek Polisi di Sei Mencirim, Seluruh Barak Rata Dibumihanguskan
Bongkar Jaringan Vape Ilegal, Polisi Sergap Seorang Komplotan Narkotika Internasional di Salah Satu Hotel di Medan
Diduga Jadi Markas Judi dan Penyalahgunaan Narkoba, Warga Desak Aparat Tindak Lokasi di Jalan Fachrudin Lubukpakam
Warga Desak Tindakan Tegas untuk Krypton KTV, Aparat Hukum Siapkan Pengawasan Ketat
TO Satres Narkoba Polrestabes Medan Semakin Eksis Edarkan Sabu di Jermal 7, Segera Ditangkap
Diskotik Krypton Jalan Gajah Mada Jadi Sarang Ekstasi, Warga Tuntut Penutupan Permanen
komentar
beritaTerbaru
hit tracker