Selasa, 13 Oktober 2026

Apresiasi Perintis Pendidikan Kaum Wanita, Google Doodle Tampilkan Dewi Sartika Hari Ini

Minggu, 04 Desember 2016 10:30 WIB
Apresiasi Perintis Pendidikan Kaum Wanita, Google Doodle Tampilkan Dewi Sartika Hari Ini
BERITASUMUT.COM/IST
Tampilan Google Doodle hari ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Mengapresiasi pahlawan wanita Indonesia perintis pendidikan untuk kaum wanita, Google Doodle pada Minggu (4/12/2016) hari ini menampilkan Dewi Sartika di hari kelahirannya yang ke-132.Pada halaman utama Google, nampak sebuah Doodle seorang wanita yang sedang mengajar di sebuah kelas yang merupakan gambar dari Dewi Sartika.
 
Dikutip dari Wikipedia, Dewi Sartika dilahirkan dari keluarga priyayi Sunda, Nyi Raden Rajapermas dengan Raden Somanagara. Meskipun bertentangan dengan adat waktu itu, ayah-ibunya bersikukuh menyekolahkan Dewi Sartika di sekolah Belanda. Setelah ayahnya wafat, Dewi Sartika diasuh oleh pamannya (kakak ibunya) yang menjadi patih di Cicalengka. Oleh pamannya itu, ia mendapatkan pengetahuan mengenai kebudayaan Sunda, sementara wawasan kebudayaan Barat didapatkannya dari seorang nyonya Asisten Residen berkebangsaan Belanda.
 
Sejak kecil, Dewi Sartika sudah memberikan pelajaran kepada anak-anak pembantu kepatihan di belakang gedung kepatihan dengan alat seadanya berupa papan bilik kandang kereta, arang, dan pecahan genting.Menginjak usia remaja, Dewi Sartika kembali kepada ibunya di Bandung. Keinginannya untuk mewujudkan sekolah untuk kaun perempuan semakin menguat setelah mendapat dukungan dari pamannya, Bupati Martanagara. Dengan segala keyakinan, akhirnya Dewi Sartika bisa mendirikan sekolah untuk kaum perempuan.
 
Pada tahun 1906, Dewi Sartika menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata, dari pernikahannya itu ia memiliki putra bernama R Atot, yang merupakan Ketua Umum BIVB, sebuah klub sepak bola yang merupakan cikal bakal dari Persib Bandung.
 
Pada 16 Januari 1904, Dewi Sartika membuka Sakolah Istri (Sekolah Perempuan) pertama se-Hindia Belanda. Untuk mengajar, Dewi Sartika dibantu dua saudara misannya, Ny Poerwa dan Nyi Oewid. Selang beberapa tahun kemudian, banyak sekolah perempuan berdiri di tanah pasundan yang menjadi tonggak pendidikan bagi kaum perempuan masa itu.
 
Dewi Sartika meninggal pada 11 September 1947 di Tasikmalaya dan dimakamkan dengan suatu upacara pemakaman sederhana di pemakaman Cigagadon-Desa Rahayu Kecamatan Cineam. Tiga tahun kemudian dimakamkan kembali di kompleks Pemakaman Bupati Bandung di Jalan Karang Anyar, Kabupaten Bandung.(BS02)
 

Tags
beritaTerkait
Polsek Medan Kota Tembak Dua Perampok Wanita Driver Ojol
Prodi Manajemen Pendidikan UMSU Gelar Diklat Menyusun Karya Tulis Praktik Baik Metode STAR
Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Seorang Wanita Diamankan
CitraLand Tunjukkan Kepedulian Pendidikan Anak Bangsa, Bupati Deliserdang Targetkan 2028 Tak Ada Lagi Sekolah Sore
Kualitas Pendidikan di Sumatera Utara Masih Timpang, Akademisi Tawarkan Solusi Strategis
Guru Hebat, Indonesia Kuat! Peringatan HGN ke-80 di MAS Proyek Univa Medan Penuh Makna dan Kebersamaan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker