KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Beritasumut.com-Aksi Pungli (pungutan liar) masih saja terjadi dalam kegiatan bongkar barang yang menyasar mobil perusahaan, terutama yang beroperasi di wilayah Kota Medan.
Seperti dialami beberapa sopir pengantar barang ke jalan Bawean Pasar Sambu. Menurut Sudar, Pungli yang dimaksud adalah dalih upah bongkar dengan selembar kwintasi yang tertulis F.SPSI–K.SPSI Pasar Sambu, Bawean, Nusantara yang bernilai Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah).
Menurut Sudar, kwintansi yang mereka bayar adalah seharusnya upah sesuai dengan kesepakatan antara para pekerja dengan pihaknya sebagai pemberi kerja. Bila kami sudah membawa kernet dan pembongkar barang sendiri seharusnya kami tidak memerlukan pekerja dari pihak ketiga atau SPSI.
"Tapi dikarenakan kami tidak menggunakan pihak ketiga, kami malah dikenakan biaya yang sangat memberatkan kami. Jika kami tidak membayarnya kami dilarang mengantarkan barang di jalan tersebut. Sebenarnya ini merepotkan kami, tapi mau bagaimana lagi aturannya dibuat sesuka hati sudah seperti itu,” keluhnya.
Kondisi ini juga diakui oleh sopir lainnya Andi. Menurut Andi, oknum petugas SPSI tersebut selalu menitikberatkan kepada kami, khususnya bagi kendaraan yang mengantarkan barang di jalan Bawean Simpang Irian
“Kami wajib membayar sebesar Rp.10.000 apabila kami tidak menggunakan jasa bongkar mereka, Padahal untuk wilayah Medan sendiri sudah tidak ada kebijakan yang mengatur apabila kami tidak menggunakan jasa mereka kami diwajibkan membayar kepada mereka,” kata Andi kepada beritasumut.com, Rabu (16/11/2016)
Andi pun menambahkan bahwa berdasarkan kejadian yang pernah dialaminya, oknum petugas SPSI jalan Bawean tersebut kerap mengancam akan melarang kendaraan kami untuk bongkar jika saya tidak membayar.
”Saya sempat adu argumentasi dengan Oknum petugas SPSI saat itu, saya bilang lho pak kalau zaman sekarang di Medan tidak ada aturan seperti ini, tapi mereka bilang pokoknya harus ada kalau tidak mobil kau jangan kami Nampak di jalan ini,” ungkap Andi.
Di sini lah praktik pungli itu terjadi, melalui transaksi puluhan ribu Rupiah antara sopir dengan oknum petugas SPSI demi menyelamatkan barangnya sampai ke toko-toko khususnya toko plastik yang berada di jalan tersebut. “Oknum petugas SPSI tadi biasanya juga menyuruh pemilik toko agar membayar kepada mereka apabila supir kendaraan tidak membayar kepada mereka,” ujar Andi.(BS06)
KADIN Medan apresiasi TNI AL tangkap begal di Belawan. Langkah tegas dinilai tingkatkan keamanan dan kepercayaan dunia usaha.
Peristiwa
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan peserta, operator perusahaan, dan mentor Program Magang Nasional (MagangHub Kemnaker)
Ekonomi
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan.
Ekonomi
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dalam ajang Program Penilaian Peri
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Fuel Terminal (FT) Krueng Raya meresmikan Foodcourt UMKM Desa Meunasah M
Ekonomi
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Medan mempertegas komitmennya dalam mendukung pembangunan keluarga dan kesej
Pendidikan
Implementasi Permendag 24/2025 tersendat, KADIN dorong sinkronisasi kebijakan dan skema impor plastik bekas terkendali.
Ekonomi
Kemnaker kembali membuka program Pembinaan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum Batch 2 dengan kuota 2.100 pesert
Pendidikan
beritasumut.com Kualitas pendidikan di Provinsi Sumatera Utara masih menghadapi berbagai tantangan serius, terutama terkait kesenjangan an
Pendidikan
beritasumut.comKamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Medan memperingatkan potensi tekanan inflasi pangan akibat kelangkaan bahan baku plas
Ekonomi