Minggu, 19 April 2026

Jalan Takengon-Blangkejeren, Pertama di Indonesia Gunakan Teknologi Shotcrete Concrete Method

Rabu, 09 November 2016 06:45 WIB
Jalan Takengon-Blangkejeren, Pertama di Indonesia Gunakan Teknologi Shotcrete Concrete Method
BERITASUMUT.COM/IST
Jalan aspal.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Rekonstruksi dan Pelebaran Jalan Nasional Aceh Tengah (Takengon–Blangkejeren) sepanjang 137,21 Km diresmikan, Selasa (08/11/2016).Pembangunan jalan yang menelan anggaran sebesar Rp 653 miliar tersebut terselesaikan berkat kerjasama pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang. Dari total anggaran yang dikeluarkan sekitar Rp 4,7 milyar Yen atau senilai Rp 640 miliyar.
 
Wakil Duta Besar Jepang, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Honsei Kozi mengatakan Proyek ini menerapkan teknologi Shotcrete Concrete Method untuk mencegah tanah longsor khususnya di daerah perbukitan. Ini merupakan proyek pertama yang mengaplikasikan teknologi tersebut dalam skala besar di Indonesia. Teknologi ini telah banyak digunakan di Jepang yang struktur dan kontur tanahnya bergunung-gunung sebagaimana di wilayah Aceh Tengah. 
 
Dijelaskannya, penandatangan Loan Agreement Proyek Jalan Nasional Aceh Tengah (Takengon-Blangkejeren) pada 29 Maret 2007 dengan biaya Rp 653 milyar Rupiah. Dari total tersebut sekitar 4,7 milyar Yen atau senilai 640 miliyar Rupiah didanai oleh pinjaman Yen.
 
"Bantuan Pemerintah Jepang ini rekonstruksi infrastruktur di wilayah terkena dampak gempa dan tsunami Aceh.Sebagian infrastruktur pendukung konektivitas di Provinsi Aceh berada dalam kondisi rusak berat, baik akibat konflik internal sejak tahun 1975 sampai dengan 2005 maupun akibat dilanda bencana gempa dan tsunami pada bulan Desember 2004," ungkapnya.
 
Sementara itu, Ando Naoki menambahkan, proyek pinjaman dari Pemerintah Jepang ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki akses jalan yang rusak khususnya di daerah Aceh Tengah tetapi juga memperbaiki lingkungan masyarakat dengan membenahi jalan dan infrastruktur drainase supaya kembali seperti sedia kala. Program ini diharapkan akan membantu menghidupkan perekonomian lokal sekaligus mendorong dan memperkuat proses perdamaian di wilayah Provinsi Aceh.
 
"Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan akses ke wilayah yang terkena dampak kegiatan konflik dan kegiatan perekonomian dengan merekonstruksi infrastruktur ke tingkat yang lebih baik dari sebelum terkena dampak bencana, sehingga berkontribusi untuk perbaikan kondisi hidup masyarakat yang terkena dampak tsunami dan konflik, meningkatkan perekonomian daerah dan perdamaian yang berkelanjutan di Aceh," jelasnya.
 
Lebih lanjut dikatakannya, proyek ini memiliki dua sub proyek di sektor pembangunan jalan dan sektor sumber daya air. Subproyek yang pertama rekonstruksi dan pelebaran jalan nasional antara Takengon dan Blangkejeren sepanjang 137,21km dan yang kedua Rehabilitasi dan pembangunan sistem drainase di Banda Aceh dan Meulaboh."Jumlah total dari kedua proyek ini adalah 15,458 milyar Yen," pungkasnya.(BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Film Indonesia Menguat di Panggung Internasional Sepanjang 2025
Serahkan Piala Juara Liga 4, Gubernur Harapkan Sepakbola Sumut Makin Berkembang
Indonesia untuk Pertama Kali ke Piala Dunia U-17 Via Kualifikasi
Hasil Indonesia Vs Yaman: Garuda Muda Menang 4-1, ke Piala Dunia U-17
Walikota Medan Ajak Seluruh Warga Medan Dukung Fajar dan Mesa di 5 Top Indonesian Idol
Sikat Bahrain, Indonesia Mulai 'Intip' Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
komentar
beritaTerbaru
hit tracker