Minggu, 12 Juli 2026

Kloter Perdana Asal Banjarmasin Tandai Fase Pemulangan Jemaah Haji Indonesia

Sabtu, 17 September 2016 21:35 WIB
Kloter Perdana Asal Banjarmasin Tandai Fase Pemulangan Jemaah Haji Indonesia
BERITASUMUT.COM/IST
Jemaah haji asal kloter 1 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 01) bersiap pulang ke Tanah Air.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Waktu Arab Saudi (WAS) menunjukan pukul 01.00 dini hari ketika tujuh buah bus Rabitat Makkah merapat ke Hotel Jauharat Al Adham yang bernomor 902 di kawasan Misfalah. Sebanyak 300 jemaah haji kloter 1 Embarkasi Banjarmasin yang sudah menunggu segera bersiap menuju bus untuk diberangkatkan ke Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA) Jeddah.
 
Hal ini sekaligus menandai dimulainya fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci menuju Tanah Air. "Ini jadwal kepulangan jemaah haji dari Makkah ke Bandara Internasional King Abdul Azizi di Jeddah. Kloter BDJ 01 dengan jumlah jemaah 300 orang yang sebelumnya menempati gedung 902 di Misfalah menjadi kloter perdana," demikian penjelasan Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat usai membantu jemaah dalam proses pemberangkatan menuju Jeddah, Sabtu (17/09/2016).
 
Pemberangkatan BDJ 01 mundur sekitar dua jam dari jadwal semula. Awalnya, pemberangkatan dijadwalkan pada pukul 23.00 WAS. Namun tujuh unit bus yang akan membawa jemaah baru datang dua jam dari jadwal."Meski agak terlambat, secara umum berjalan baik karena jemaah sejak awal sudah kita sampaikan agar tidak turun terlebih dahulu, kecuali kalau bus nya sudah datang. Alhamdulillah kebanyakan masih ada di kamar sambil istrihat, sebagian ada yang di bawah," ujar Arsyad.
 
"Sebagaimana terlihat seluruh angora kloter sudah terangkut ke dalam bus. Insya Allah mereka akan take off hari ini pukul 09.00 dan sampai di Banjarmasin sekitar pukul 12 malam," tambah Arsyad seperti dilansir dari laman resmi kemenag.go.id.
 
Disinggung penyebab keterlambatan, Arsyad menyebut adanya permasalahan pada sistem di Kementerian Haji. Menurutnya, ada perbedaan data kapasitas seat pesawat antara jadwal yang dikeluarkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dengan yang tertera dalam sistem di Kementerian Haji.
 
"Kita punya pola standar pesawat yang sudah baku. Contoh untuk BDJ ini kan 300, ternyata data di sitem Kementerian Haji berbeda, lebih sedikit. Jemaah JKG yang seharusnya 450 orang ternyata juga hanya tertulis 344. Kemudian ada pesawat Boeing 777 yang seharusnya 393 ternyata di system hanya 311.Ini tadi malam kita sudah komunikasi dengan Deputy Kementerian Haji dan alhamdulillah pada pemberangkatan BDJ 01, meski terlambat tapi berjalan lancar," paparnya.
 
Atas masalah ini, Arsyad mengaku akan mengecek pokok permasalahannya, apakah pada pihak maskapai, otoritas bandara (GACA), Kementerian Haji atau pihak lain. Hal yang pasti, kata Arsyad, dari jadwal yang dibuat PPIH sudah menyebut masing-masing kloter dengan kapasitasnya. "Di situ tidak ada kapasitas sebanyak 344 atau 311 karena itu tidak ada dalam standar peswaat yang kita pakai untuk penerbangan ke Tanah Air," jelasnya.
 
Ketua kloter BDJ 001 Syahdi Hidayat menjelaskan bahwa jumlah jemaah kloternya masih lengkap sesuai dengan data saat keberangkatan. Menurutnya, ada satu jemaah yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Jemaah tersebut bahkan disafari wukufkan pada saat proses puncak haji, wkuf di Arafah. Namun, tiga jam sebelum kepulangan, jemaah tersebut sudah diizinkan untuk pulang sehingga dijemput di RSAS."Sekarang kondisinya sudah stabil. Hanya ada catatan dokter agar sesampainya di Indonesia segera dirujuk ke Rumah Sakit Indonesia," ujarnya.
 
Selain BDJ 01, delapan penerbangan lainnya juga akan diberangkatkan pada 17 September dengan jadwal sebagai berikut:
1. Kloter 1 Embarkasi Jakarta Pondok Gede(JKG 1),terbang pukul 10.10 WAS dengan Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 7561.
2. Kloter 1 Embarkasi Padang (PDG 1), terbang pukul 12.40 WAS dengan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 3401.
3. Kloter 1 Embarkasi Medan (MES 1), terbang pukul 14.30 WAS dengan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 3201.
4. Kloter 1 Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS 1), terbang pukul 17.10 WAS dengan Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV 5600.
5. Kloter 1 Embarkasi Makassar (UPG 1), terbang pukul 17.10 WAS dengan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 1301.
6. Kloter 1 Embarkasi Surabaya (SUB 1), terbang pukul 18.30 WAS dengan Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV 5640.
7. Kloter 1 Embarkasi Batam (BTH 1), terbang pukul 19.00 WAS menggunakan Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV 5612.
8. Kloter 2 Embarkasi Jakarta Pondok Gede(JKG 2), terbang pukul 19.40 WAS Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 7461.(BS02)
 

Tags
beritaTerkait
Umrah dan Haji di Tanah Suci, Tetap Terhubung dan Nyaman Bersama Tri Ibadah
Wakil Walikota Medan Apresiasi Kedubes Arab Saudi Gelar Buka Puasa Bersama di Masjid Agung
Resmi Jadi Direktur RS Haji Medan, Sri Suriani Komit Hadirkan Pelayanan Kesehatan Berlandaskan Islam
Bank Emas Diluncurkan 26 Februari, Airlangga Sebut Cocok Untuk Nabung Haji
Purnatugas Dirut RS Haji Medan, Pemprov Sumut Harapkan Rehulina Ginting Tetap Berkontribusi di Bidang Kesehatan
Usai Rapat di KPK, Menag Janji Layanan Haji Lebih Baik
komentar
beritaTerbaru
hit tracker