Jumat, 01 Mei 2026

Pelajar Tebing Tinggi Tulis Pantun Terbanyak di Indonesia

Sabtu, 30 Juli 2016 15:47 WIB
Pelajar Tebing Tinggi Tulis Pantun Terbanyak di Indonesia
beritasumut.com/ist
Kadis Pendidikan Tebing Tinggi Pardamean Siregar memberikan arahan dalam persiapan Deklarasi Budaya Membaca.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Lebih dari 7.000 orang pelajar Tebing Tinggi akan menulis pantun terbanyak di Indonesia. Jumlah ini akan mengalahkan rekor Kota Semarang, Jawa Tengah. Sebelumnya 1000 orang pelajar di Semarang berhasil menulis 5.355 pantun pada tahun 2014.

“Adik-adik pelajar di Tebing Tinggi akan menulis lebih dari 7000 pantun. Angka ini akan dicatat Museum Rekor Indonesia-Dunia (MURI) sebagai rekor baru. Kami mohon dukungannya, agar rekor ini bisa menjadi kebanggan warga Tebing Tinggi dan Sumatera Utara,” terang Juru Bicara USAID PRIORITAS Sumut Erix Hutasoit di Medan, Sabtu (30/07/2016).

Erix mengatakan aksi menulis pantun itu, merupakan bagian dari Deklarasi Gerakan Budaya Membaca Tebing Tinggi yang akan dilaksanakan pada 1 Agustus 2016. Pantun merupakan salah satu bentuk keterampilan berliterasi. Literasi merupakan keterampilan untuk mencari, memahami, menganalisis, menggunakan dan mengkomunikasikan informasi untuk hal-hal yang berguna.

”Begitu juga dalam menulis pantun, dibutuhkan kemampuan mencari, memilih dan merangkai kata-kata agar bisa mengirimkan pesan yang kuat. Karena itu baik sekali kalau dari usia sekolah, anak-anak kita sudah berkenalan dengan pantun,” tambahnya.

Kadis Pendidikan Tebing Tinggi Pardamean Siregar mengatakan, pantun merupakan warisan budaya Melayu yang lazim digunakan di Tebing Tinggi. Sebagai kekayaan budaya, pantun harus dilestarikan. Pantun sangat banyak memberikan petuah, nasihat, inspirasi dan motivasi yang sangat baik bagi perkembangan anak didik dan generasi muda. ”Daerah kita inikan daerah Melayu, penuh dengan pantun. Membudayakan membuat pantun pada anak itu perlu, agar mereka tidak lupa warisan leluhur kita,” terang Pardamean.

Deklarasi Gerakan Membaca Tebing Tinggi didukung oleh Kementerian Agama, USAID PRIORITAS, PT. Inalum dan OS Institute. Melalui gerakan ini setiap pelajar di Tebing Tinggi akan tuntas membaca 12 buku setiap tahun. Sedangkan untuk guru diwajibkan tuntas membaca 24 buku setiap tahunnya.

Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) pada tahun 2011 menyatakan minta membaca orang Indonesia rendah. Dari 1000 orang Indonesia, hanya satu orang saja yang memiliki minat membaca.(BS07)

Tags
beritaTerkait
Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara
Tri Sumatera Hadirkan Pembelajaran Digital dan Sportivitas di Nias Selatan
Waka MPR Dorong Kemampuan Literasi Generasi Muda Konsisten Ditingkatkan
Indosat Latih Kurikulum AI untuk Guru dan Penyandang Disabilitas di IDCamp 2024
Taman Literasi Wahana Pembinaan Olah Raga Masyarakat dan Permainan Rakyat
Pj Gubernur Sumut Luncurkan Aplikasi ‘Literasi Permata’ Guna Permudah Masyarakat Pinjam Buku dari Perpustakaan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker