Jumat, 24 April 2026

Menteri Pertanian: Juli Hingga September Lintasan Kritis Masa Tanam

Senin, 25 Juli 2016 15:48 WIB
Menteri Pertanian: Juli Hingga September Lintasan Kritis Masa Tanam
beritasumut.com/ist
Mentan Amran Sulaiman.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pihaknya berupaya untuk meningkatkan produksi padi di Indonesia dengan mengubah pola masa tanam. Pasalnya pada bulan Juli-Agustus-September merupakan waktu yang harus dijaga ketat, dan ini merupakan kritikal poin, lintasan kritis untuk masa tanam.

“Dalam bulan tersebut selama negara ini ada selalu jadi bulan luas tambah tanamnya defisit sehingga dampaknya terjadi bulan panceklik pada bulan Desember- Januari-Februari,” ujar  Andi, saat Rapat Koordinasi Pangan Lingkup Pemprov Sumut, di Kantor Gubernur Sumut, Senin (25/07/2016).

Dikatakan Mentan tahun lalu produksi padi dalam setahun hanya 500 ribu ton. Makanya tahun ini pihaknya menargetkan mencapai dua kali lipat produksi yakni 1 juta hingga 1,2 juta ton sehingga bulan panceklik yakni Desember-Februari sudah tidak ada lagi.

“Makanya kita ubah masa tanam, biasanya bulan Juli hingga September itu kita tidur, sekarang kita bangunkan. Petani yang tidur, traktor tidur dan lahan tidur kita bangunkan. Sehingga sekarang selesai panen maka langsung kita kembali tanam, termasuk kita juga membenahi irigasi kita,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Mentan juga memaparkan perkembangan peningkatan produksi pertanian di Indonesia. Dimana Indonesia saat ini sudah melakukan penurunan impor secara ekstrim yakni sebesar 47 persen, selain itu berdasarkan survey indeks Global Food Security Indeks skor perubahan lompatan ketahanan pangan Indonesia berada pada urutan ke 66 dari 113 negara.

“Ini merupakan lompatan yang luar biasa dan merupakan perubahan terbesar yang telah kita lakukan,” paparnya.

Mentan mengatakan, pencapaian yang telah dilakukan ini merupakan hasil dari kerja keras besama, sehingga ke depan Indonesia tidak mewariskan impor pangan kepada generasi selanjutnya.

“Di sisi lain indeks persentase kepuasan petani kepada pendamping untuk TNI juga luar biasa mencapai 89, 5 persen, ini menunjukkan bahwa sudah ada sinergitas yang baik dan menyatu antara pemerintah, masyarakat juga TNI,” jelasnya.(BS03)

Tags
beritaTerkait
Sumut Harus Masuk Tiga Besar Nasional Produksi Pajale
Dandim 0209/Labuhan Batu dan Dinas Pertanian Sumut Gelar Evaluasi Percepatan LTT
Gubernur Akui Pembangunan Pertanian Sumut Sulit Mencapai Skala Ekonomis
Pangdam I BB: Pakta Integritas Jangan Hanya di Atas Kertas
Menteri Pertanian: Jika Produksi Turun, Subsidi Akan Dikurangi
Anggaran Pajale Rp 510 Miliar di Sumut Mengendap
komentar
beritaTerbaru
hit tracker