Senin, 20 April 2026

Diduga Santoso Tertembak, Seskab : Prestasi ini Tentu Cukup Menggembirakan

Selasa, 19 Juli 2016 15:54 WIB
Diduga Santoso Tertembak, Seskab : Prestasi ini Tentu Cukup Menggembirakan
beritasumut.com/ist
Seskab Pramono Anung dicegat wartawan, di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Menanggapi laporan resmi Kapolri dan Kapolda Sulawesi Tengah terkait tertembaknya dua orang DPO (daftar pencarian orang), yang diduga adalah Santoso dan Muchtar (bukan Basri, red), Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyampaikan bahwa prestasi ini tentu cukup menggembirakan.

“Prestasi yang diraih oleh tim gabungan ini tentunya cukup menggembirakan. Dan mudah-mudahan, operasi di sana segera bisa diakhiri. Karena bagaimanapun operasi yang dalam jangka panjang, tentunya juga menimbulkan ketidaknyamanan warga. Sehingga dengan demikian, segera dipulihkan kehidupannya,” kata Pramono menjawab pertanyaan media, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/07/2016).

Lebih lanjut Seskab menambahkan masih akan dilakukan identifikasi DNA untuk memastikan bahwa kedua jenazah adalah benar Santoso dan Basri.

Secara terpisah Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, dari sejumlah saksi awal yang ada di Bandara dan anggota yang mengenal yang bersangkutan, kira-kira 90 persen adalah Santoso. Sementara berdasar tato yang ada di belakang badan, kira-kira 70 persen adalah Muchtar.

Operasi Tinombala
Menurut Kapolri, sementara ini jenazah sudah sampai dari TKP di Pegunungan Tambarana, menggunakan heli, dan dievakuasi ke Bandara Mutiara di Palu. Setelah dari bandara, jenazah akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Palu.

Di rumah sakit, lanjut Tito, nanti ada keluarga, kepala lingkungan dan tersangka lain yang ditahan di Polda Sulawesi Tengah dalam operasi Tinombala sebelumnya, yang akan diperlihatkan.

“Nanti, ya mungkin kira-kira 1-2 jam mendatang, kita akan mendapatkan lagi informasi. Konfirmasi ya tidaknya Santoso dari saksi-saksi ini,” tegas Tito, seperti dilansir setkab.go.id.

Sementara  Kapolda Sulawesi Tengah Rudy Sufahriadi  menjelaskan kronologi operasi Tinombala, saat tim alfa 92 melakukan patroli di wilayah Tambarana.

“Ketika sedang berpatroli, ada lima orang bersenjata yang diduga DPO, dari jarak antara 30 sampai 20 meter mereka melihat, lalu mendekati. Ketika mencoba mendekati terjadi baku tembak. Dan disitulah tertembaknya dua DPO, laki-laki. Pertama, diduga Santoso karena ada tai lalat di antara alisnya. Yang kedua, ternyata setelah ada tim yang bersambung, tim yang penjemput, sudah dibawa ke pusat pesisir, diduga tersangka yang kedua adalah Basri,” jelas Rudy.(BS01)

Meski Santoso sudah tertangkap, menurut Kapolri,  operasi tetap dijalankan terus, sampai  operasi-operasi untuk menetralisis ideologi pro radikal pro kekerasan yang ada di sana.

Menanggapi operasi penangkapan ini, Seskab berharap tindakan radikalisme dan terorisme yang ada di Indonesia juga segera bisa ditekan.

“Jadi mudah-mudahan dengan demikian, persoalan penanganan terorisme ini juga akan makin terkoordinasi dengan baik, antara TNI, kemudian BNPT sendiri, kemudian  Polri dan penegak hukum lainnya,” pungkas Seskab.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Mendag Budi Santoso Akui Harga Plastik Naik, Ini Penyebab Utamanya
Lanud Sultan Hasanuddin Bersama BNPT Gelar Sosialisasi Perkembangan dan Antisipasi Tindak Pidana Terorisme
Sambangi Polrestabes Medan, Tim Supervisi dan Penelitian Puslitbang Polri Bahas Terorisme
Panglima TNI  Bersama Kapolri Meresmikan Monumen Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso
Kenduri Ajak Masyarakat Tanggulangi Ancaman Terorisme
TNI Antisipasi Perkembangan Ancaman Terorisme Global di Asia Tenggara
komentar
beritaTerbaru
hit tracker