Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Polresor Serdang Bedagai (Sergai) berhasil mengungkap kasus terbunuhnya Muhammad Safii Nainggolan (22), warga Dusun
III, Desa Sialangbuah, Kecamatan Telukmengkudu. Karyawan PT Aquafarm Nusantara tersebut ditemukan tewas membusuk di Sungai Tongtong, Kelurahan Tualang, Perbaungan, (26/05/2016) lalu.
Butuh waktu bagi polisi untuk mengungkap pelaku yang tega menghabisi korbannya dengan sadis itu. Dan ternyata setelah polisi berhasil mengungkap pelakunya, diketahui komplotan yang berjumlah tiga orang tersebut adalah pria dengan orientasi seks sejenis (gay).Para tersangka pelaku berinisial RS alias Sandi (24), warga Lingkungan X, Kelurahan Tualang, Perbaungan, ES alias Eko (20), warga Dusun III Wono Sari, Desa Cilawan, Pantai Cermin, serta MY alias Yusuf (17), warga Dusun III, Wono Sari.
"Meski semuanya sama-sama pria, RS ini lah yang disebut pacar yang hendak dijumpai korban, alasannya keluar rumah kemudian ditemukan tewas di Sungai Tongtong. Mereka ini memang memiliki perilaku seks menyimpang," ungkap Kapolres Sergai, AKBP Eko Suprihanto di Mapolres, di Seirampah, Rabu (15/6).
Baca Juga:
Setiba di lokasi, korban yang berboncengan dengan RS langsung dihajar oleh ES dan MY, yang telah menunggu di TKP. Dugaan mengarah ke komplotan ini setelah beberapa harta benda korban, seperti sepeda motor Vario, dan baju-baju ditemukan ditangan para pelaku."Meski diakui berhubungan seksual, namun motifnya lebih kepada pelaku yang hanya ingin menguasai harta benda korbannya," terang AKBP Eko didampingi Kasat Reskrim, Aron Tamba Siahaan.
Ternyata, dalam proses penyidikan, ketiga remaja sesama jenis saling terlibat asmara, dan kini tinggal serumah tersebut terlibat dalam aksi pembunuhan lainnya. Korban lainnya adalah Subrata, warga Kecamatan Pantai Cermin ini ditemukan tewas di saluran drainase areal perkebunan sawit PT Adolina Perbaungan. Persisnya, Kebun Ujung Rambung, Kecamatan Pantai Cermin pada tahun 2015 lalu.
Baca Juga:
"Aksinya ini dilakukan ES, dibantu SS. Motifnya juga sama, hanya ingin menguasai harta benda korban. Tapi yang ini tidak seksual, tapi urusannya mistik untuk nomor togel," terangnya.
Berikutnya, Legimin, warga Desa Bingkat, Kecamatan Pegajahan. Pada tahun 2013 lalu, agen Jagung ini ditemukan tewas di aliran Sungai Ular, masih diseputaran Desa Ujung Rambung.
"Ini juga masih dilakukan ES dan SS. Sedangkan MY baru bergabung pada saat kasus M Safii. Atas perbuatannya merencanakan, maka Polres mempertimbangkan untuk menetapkan pasal 340 subs 339, lebih subs 338, lebih lebih subs pasal 365 (3) dengan ancaman hukuman mati," kata perwira melati dua tersebut.
Sementara itu, Kabag Psikologi Polda Sumut AKBP Horas Silaen yang turun ke TKP mengatakan, meski perilaku ketiganya ada penyimpangan seks, namun aksi pembunuhan tersebut bukan dikarenakan cemburu.Tapi ketiga pelaku ini memang sengaja merencanakannya (Pembunuhan) hanya untuk menguras harta benda korban. "Sudah ada target yang mereka dekati untuk dilakukan aksi sejenis ini. Dan prakteknya pencurian dengan kekerasan," terangnya.(BS04)
Tags
beritaTerkait
komentar