Minggu, 10 Mei 2026

Sebanyak 30,4% Anak Sekolah di Indonesia Pernah Merokok

Selasa, 31 Mei 2016 15:57 WIB
Sebanyak 30,4% Anak Sekolah di Indonesia Pernah Merokok
beritasumut.com/ilustrasi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Koordinator Pengendalian Tembakau Yayasan Pusaka Indonesia, OK Syahputra Harianda mengungkapkan, angka perokok dan jumlah konsumsi rokok di Indonesia semakin meningkat pesat termasuk anak-anak dan perempuan.

Hasil survey Global Youth Tobacco Survey (GYTS, 2009) menyatakan bahwa 30,4% anak sekolah di Indonesia pernah merokok.

Sementara itu, hasil survey Susenas pada tahun 2015 menyatakan bahwa penduduk berusia 15 tahun keatas yang mengkonsumsi rokok terbesar adalah 22,57% di perkotaan dan 25,05 persen di pedesaan. Data tersebut mengancam Indonesia kehilangan 'Bonus Demografi' pada tahun 2020-2030, dimana penduduk usia produktif (15-64 tahun) dikhawatirkan terkena penyakit kronis yang mengganggu produktifitas.

"Telah banyak survey membuktikan jika kelompok masyarakat menengah kebawah adalah komunitas yang paling banyak menghabiskan uangnya untuk membeli rokok. Bahkan uang yang digunakan membeli rokok setiap bulan jauh lebih besar dari biaya kesehatan dan pendidikan untuk anaknya," jelasnya.

OK juga menambahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016 menyatakan bahwa dari hasil survey Susenas, rokok merupakan penyumbang nomor dua kemiskinan setelah beras. Untuk itu, ketegasan pemerintah dalam implementasi KTR menurutnya harus ditegaskan.(BS03)

Tags
KTR
beritaTerkait
Wuling Meniagakan Darion ‘Evolving Family Moments’ di Medan, Tersedia Pilihan EV dan PHEV
Presiden Prabowo Luncurkan Katalog Elektronik Versi 6.0, Tingkatkan Transparansi dan Efisiensi
Tri Sukseskan Kompetisi E-Sport di PON XXI Aceh-Sumut, Dongkrak Prestasi Atlet Lokal dari Sumut
 Pj Bupati Langkat Buka Bimbingan Teknis Aplikasi Srikandi
BRIDA Medan Monitoring dan Asistensi Penerapan SPBE Puja Indah
Kunjungan Wakil Walikota Binjai Mengenai Kerja Studi Komperatif Terkait SPBE
komentar
beritaTerbaru
hit tracker