Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Sekitar 20 orang mahasiswa yang tergabung dalam GMNI berunjuk rasa ke Kantor Bupati Karo Jalan Jamin Ginting No. 17 Kabanjahe, Senin (30/05/2016). Mahasiswa ini diterima oleh Wakil Bupati Karo Corry Sebayang. Beberapa saat kemudian, Bupati Karo Terkelin Berahmana turut mendampingi Wakil Bupati Karo untuk menjawab tuntutan para pendemo.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa memiliki tiga tuntutan. Pertama, mereka menuntut percepatan relokasi mandiri tahap II untuk 4 desa yang terdampak erupsi Gunung Sinabung yaitu desa Gurukinayan, Gamber, Berastepu, dan Kuta Tonggal yang sampai saat ini masih belum mendapat kejelasan mengenai proses relokasinya. Kedua, penanganan para pengungsi yang berada di posko-posko pengungsian. Ketiga menuntut kepada pemerintah pusat agar bencana sinabung dijadikan menjadi bencana nasional sehingga penanganannya menjadi lebih cepat.
Pada waktu yang bersamaan, perwakilan warga 4 desa yaitu desa Gurukinayan, Gamber, Berastepu, dan Kuta Tonggal turut menyampaikan aspirasinya dan menanyakan mengenai kejelasan relokasi mandiri yang sudah direncanakan Pemerintah Kabupaten Karo yang mereka anggap hingga saat ini masih belum jelas.
Baca Juga:
Menanggapi tuntutan para mahasiswa dan perwakilan 4 desa, Bupati Karo Terkelin Berahmana SH menyatakan bahwa mengenai penanganan para pengungsi yang berada di posko-posko pengungsian tetap diperhatikan pihak Pemerintah Daerah melalui BPBD Kabupaten Karo. "Kedepannya akan dilakukan kontrol ke posko-posko Pengungsian untuk memastikan apakah kebutuhan pengungsi secara keseluruhan sudah terpenuhi," terangnya dilansir dari laman resmi karokab.go.id.
"Sedangkan proses relokasi tahap kedua hingga saat ini masih ditangani. Mungkin masyarakat dan mahasiswa berpikir bahwa pihak pemerintah lambat menangani masalah ini, namun ini sedang diupayakan secepat mungkin agar proses relokasi tahap kedua segera selesai," pungkasnya menambahkan. (BS03)
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar