Sabtu, 02 Mei 2026

Inilah Operasi Terbesar Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia

Sabtu, 17 Oktober 2015 15:11 WIB
Inilah Operasi Terbesar Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia
Twitter
Karhutla di Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, tidak ada habisnya. Api masih menyala pada Jumat (16/10/2015).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Operasi besar-besaran untuk mengatasi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dilakukan Pemerintah Indonesia dibantu negara sahabat. Ini adalah operasi darurat asap yang terbesar dilakukan Pemerintah Indonesia. 

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/10/2015).

Dijelaskan, total 32 helikopter dan pesawat dikerahkan untuk operasi udara, yaitu 21 helikopter, tujuh fixed wing water bombing, dan empat unit pesawat hujan buatan.  Dari 32 unit heli dan pesawat terbang, enam unit berasal dari bantuan Malaysia, Singapura dan Australia, baik untuk water bombing atau memandu water bombing.
 
Water bombing dilakukan di enam provinsi, yaitu, Sumatera Selatan (Padang Susuka, Tulung Selapan, Indralaya, Banyuasin, Muara Kuang, Cengal, Sugihan) sebanyak 334 kali, Jambi di bagian timur dengan 10 kali, Kalteng (Tanjung Puting, Kuala Kapuas) 35 kali, Kalsel (Pulau pisau, Kuala Kapuas, Lingkar utara, Sungai Renges) 73 kali, di Kubu Raya Kalbar sebanyak 28, dan di Riau (Pelalawan, Kampar) 32 kali, Kamis (15/10/2015).

Operasi di darat digelar dengan melibatkan 22.146 personel tim gabungan TNI, Polri, K/L, BPBD, Manggala Agni, relawan dan lainnya, dengan rincian di Riau 7.563 personel, Jambi 2.365 personel, Sumsel 3.694 personel, Kalbar 2.810 personil, Kalteng 3.445 personel dan Kalsel 2.269 personel. Begitu pula operasi penegakan hukum, pelayanan kesehatan dan sosialisasi juga digelar bersamaan.
 
Tidak mudah memadamkan hotspot yang terbakar massif dan luas. Apalagi di lahan gambut kering yang seringkali menyala kembali dan terbakar di bawah permukaan. Pembakaran baru juga masih banyak dilakukan sehingga hotspot terus fluktuatif.
 
Pantauan satelit Terra-Aqua, menunjukkan hotspot di Sumatera 769 titik yaitu di Bengkulu 7, Jambi 97, Babel 64, Kepri 1, Lampung 38, Riau 22, Sumsel 537, Sumut 3. Sedangkan di Kalimantan 159 titik  yang tersebar di Kalbar 19, Kalsel 5, Kalteng 134, Kaltim 1, Jumat (16/10/2015), pungkas Sutopo. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker