Jumat, 05 Juni 2026

Lembaga Penyiaran Diminta Tidak Hanya Kejar Rating

Rabu, 02 September 2015 19:50 WIB
Lembaga Penyiaran Diminta Tidak Hanya Kejar Rating
Setkab
Presiden Jokowi memberikan sambutan pada pembukaan Rapim KPI, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/9/2015).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta lembaga penyiaran untuk tidak hanya mengejar rating, dengan menonjolkan sensasi. Untuk itu, Presiden Jokowi mengajak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk memusatkan perhatian pada pengawasan program siaran sehingga lembaga penyiaran tidak menyimpang dari regulasi dan aturan yang ada.

“Apabila kita hanya mengejar rating saja, masyarakat akan mudah terjebak pada sensasi,” ujar Presiden saat membuka Rapat Pimpinan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)  di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/9/2015) siang, seperti dilansir situs resmi Setkab RI.

Dengan sensasi, yang jauh dari tatakrama, sopan santun, norma hukum, dan ketatanegaraan, serta disiplin, kata Jokowi, bangsa Indonesia sulit akan berat menghadapi tantangan, termasuk tantangan di bidang ekonomi.

Presiden mengemukakan, sepekan lalu dia bertemu dengan Ketua KPI Judhariksawan dan kalangan media penyiaran untuk membahas rating. Ternyata, lanjut Presiden, satu kata itu (rating) itu penting sekali bagi industri penyiaran.

“Saat itu kita berbicara lebih dari satu setengah jam mengenai ini. Isi pertemuan itu sangat bagus sekali. Semua mempunyai semangat yang sama bahwa kualitas konten kualitas program sepakat untuk diperbaiki bersama,” papar Jokowi.

Kepada KPI, Presiden mengajak untuk menyelesaikan penyusunan pedoman penyiaran demi meningkatkan mutu program siaran.

“Konten siaran seyogyanyalah bersifat mendidik pola pikir untuk membangun tatakram dan kultur yang baik,” tutur Jokowi.

Pembukaan Rapim KPI turut dihadiri Menkominfo Rudiantara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker