Jumat, 05 Juni 2026

Bupati & Tokoh Adat Madina Upah-upah Walikota Medan

Jumat, 05 Juni 2015 21:22 WIB
Bupati & Tokoh Adat Madina Upah-upah Walikota Medan
Istimewa
Walikota Medan Dzulmi Eldin dan putra tertuanya Edriansyah Rendi, diulosi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution beserta tokoh adat setempat mengupah-upah Walikota Medan Dzulmi Eldin di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jalan Lintas Sumatera, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina, Kamis (4/6/2015) malam. 

Selain sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan atas kunjungan silaturahmi  yang dilakukan, upah-upah  juga diadakan  karena Eldin memiliki darah Madina dari almarhumah ibunya yang bermarga Lubis.

Prosesi upah-upah yang dipimpin langsung tokoh adat Madina ini digelar dalam acara Siaturahmi Walikota Medan dengan Pemerintah dan Masyarakat Madina. Selain Walikota, putra tertuanya Edriansyah Rendi yang turut mendampingi dalam acara silaturahmi juga ikut diupah-upah. Melalui upah-upah yang dilakukan itu, Eldin diharapkan selalu diberikan kekuatan dan kesehatan sehingga mampu menjalankan roda pemerintahan di Kota Medan serta terhindar dari segala bentuk bencana.

Upah-upah diawali dengan pembacaan shalawat nabi oleh Bayo Datok Pengupah. Setelah itu prosesi upah-supah dijalankan sesuai dengan kebiasaan adat Madina selama ini. Selain Bupati Madina, upah-upah turut juga dihadiri Wakil Bupati Madina Imron Lubis, Wakapolres Madina Kompol Nurhakim, Kepala BNN Madina AKBP Edi Maskuri, tokoh adat, alim ulama, tokoh masyarakat serta pimpinan SKPD Pemkab Madina.

Menurut Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, upah-upah dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan atas kedatangan Walikota Medan beserta sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan. Apalagi mantan Sekda Kota Medan itu ternyata memiliki darah Madina, sebab leluhur (ompungnya) Eldin dari almarhumah ibunya asli orang Madina dan termasuk yang membuka Desa Ampung Siala Muarasoma, Kecamatan Batang Natal.

"Melalui upah-upah ini, kita bermohon kepada Allah SWT semoga kiranya WaliKota Medan selalu dilindungi dan terus diberi kekuatan dan kesehatan sehingga Kota Medan yang dipimpinnya semakin maju lagi ke depannya dan terhindar dari segala macam bencana. Upah-upah ini kita lakukan karena Pak Eldin ternyata memiliki darah Madina. Untuk itu saya mengajak seluruh warga Madina yang ada di Kota Medan untuk mendukung seluruh program pembangunan yang dijalankan Pak Eldin," kata Bupati Madina.

Apalagi selama Eldin memimpin Kota Medan kata Dahlan, 11 dari 37 SKPD yang ada di lingkungan Pemko Medan merupakan putra asli Madina. Itu membuktikan Walikota Medan sangat peduli dan perhatian dengan warga Madina. 

"Artinya, darah Madina yang mengalir di tubuh Pak Eldin masih sangat kuat dan beliau pun masih  merasakan dibesarkan dengan bulung gadung (daun ubi). Untuk itu mari kita doakan agar Pak Eldin berhasil memimpin di Kota Medan," ungkapnya.

Walikota Medan Dzulmi Eldin atas nama pribadi dan Pemko Medan mengucapkan terima kasih atas upah-upah yang dilakukan terhadap dirinya dan putranya tersebut. Dia mengaku tidak menyangka dengan upah-upah ini, sebab kunjungan yang dilakukan ini murni untuk menjalin silaturahmi dengan pemerintah dan masyarakat Madina.

Diungkapkan Walikota, dirinya sudah lama ingin sekali mengunjungi kampung halaman almarhumah ibundanya tercinta. Apalagi semasa masih hidup, ibundanya selalu mengingatkan agar dirinya dapat meluangkan waktu untuk mengunjungi Madina, khususnya Desa Ampung Siala Muarasoma, Kecamatan Batang Pane. Akhirnya keinginan itu terpenuhi, dirinya untuk pertama kali menginjakkan kaki di tanah Madina.

"Alhamdulillah, saya untuk pertama kalinya bisa mengunjungi Madina sampai usia saya sekarang ini. Selain ingin mengunjungi kampung halaman ibu dan menziarahi makam leluhur, saya juga telah diberi kesempatan menziarahi makam pendiri Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Terus terang saya sangat senang sekali bisa melakukannya," kata Walikota.

Selanjutnya Walikota mengakui, dirinya tidak bisa terlepas dari darah Madina yang mengalir melalui almarhumah ibundanya. Sebagai contoh dirinya tidak bisa mengendalikan diri ketika menikmati masakan khas daerah ibundanya. Jika sudah menyantap makanan daerah ibunya, Eldin mengaku lupa dengan diet yang tengah dijalankan dan selalu tambah.

Eldin mengaku dirinya benar-benar merasa Mandailing ketika kuliah di Bandung. Kala itu teman-teman kuliahnya kebanyakan orang-orang dari Mandailing, sehingga bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Mandailing. Itu sebabnya meski tidak mahir berbahasa daerah Mandailing namun Eldin tahu arti apa yang diucapkan.

"Untuk itu sekali lagi saya mengucapkan terima kasih atas upah-upah dan penyambutan ini. Tak lupa saya saya menyampaikan salam hormat saya beserta keluarga kepada orang-orang tua kami,  tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat di seluruh Madina. Mudah-mudahan Madina terus maju dengan  masyarakatnya yang lebih sejahtera pada masa mendatang," harap Walikota.

Usai upah-upah, acara  dilanjutkan dengan doa dan silaturahmi. Kemudian Bupati Madina memberikan cindera mata kepada Walikota dan Eldin pun membalas dengan memberikan cindera mata. Acara yang berlangsung hampir menjelang tengah malam berjalan dengan penuh kekakraban dan kekeluargaan.

Keesokan harinya, Jumat (5/6/2015), Walikota Medan didampingi sejumlah Pimpinan SKPD berziarah ke makam leluluhurnya di pemakaman masyarakat di Desa Amoung Siala Muarasoma, Kecamatan Batang Natal atau sekitar 48 km dari Kota Panyabungan. Makam yang iziarahi adalah makam almarhum Lelo Manis Lubis, leluhur Walikota dari almarhumah ibundanya yang dikenal sebagai tokoh pembuka Desa Ampung Siala.

Usai berziarah dan berdoa bersama, Walikota bersama sang putra kembali diupah-upah oleh tokoh adat Desa Ampung Siala yang dihadiri oleh ratusan warga sekitar. Prosesi upah-upah berjalan dengan penuh khidmat, warga sekitar sangat mengapresiasi upah-upah ini dan mereka berharap agar Walikota sering mengunjungi Desa Ampung Siala.

Usai tepung tawar, Walikota makan bersama dengan warga sekitar. Setelah itu dilanjutkan dengan silaturahmi. Sebagai ungkapan rasa bahagia kepada warga kampung almarhumah ibundanya, Walikota memberikan kain sarung sebagai kenang-kenangan. Sebelum meninggalkan Desa Ampung Siala, Walikota beserta rombongan pun menunaikan Salat Jumat bersama. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Saksi Pelapor Sakit Tak Bisa Bicara, Bupati Madina untuk Sementara Aman
Tersangka Bersama Ramadhan Pohan, Savita Juga Tidak Ditahan
Terkait Pilkada Medan, Ramadhan Pohan Ditangkap Polda Sumut
Wakil Walikota Medan Apresiasi Dhamma Talk Bukan Siapa Siapa
Sempat Mangkir, Bupati Madina Akhirnya Diperiksa Poldasu Terkait Kasus Penipuan
Audiensi dengan Walikota Medan, APSINDO Sampaikan Bidik Limbah Plastik dari TPA
komentar
beritaTerbaru
hit tracker