Minggu, 08 November 2026

Awan Panas Sinabung Masih Mengancam

Kamis, 30 April 2015 20:29 WIB
Awan Panas Sinabung Masih Mengancam
Istimewa
Monitor pengamatan Gunung Sinabung.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Potensi luncuran awan panas ke desa kaki Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), masih tinggi, Kamis (30/4/2015). 

Hal ini disebabkan masih menumpuknya kubah dan lidah lava Gunung Sinabung. Warga diimbau untuk waspada dan tidak memasuki zona merah radius 5 km.

Meski pada Selasa (28/4/2015) kemarin tumpukan kubah lava sudah pecah dan meluncur hingga ke radius 5 km dan menghantam belasan rumah hingga terbakar namun sisa tumpukan kubah lava masih cukup berbahaya dan diprediksi akan terjadi luncuran awan panas susulan.

Ketua Tim Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung Umar Rosadi mengatakan potensi guguran awan panas masih tinggi dan bisa terjadi kapan saja. Hal ini diindikasikan dengan adanya kubah dan lidah lava sejak 2 April, namun tumpukan kubah lava belum seluruhnya gugur.

Awan panas Gunung Sinabung sebelumnya telah membakar belasan rumah di Desa Guru Kinayan, Kecamatan Payung, Karo. Tak hanya awan panas lahar hujan juga menjadi ancaman warga sekitar Gunung Sinabung.

Hingga kini pemerintah daerah belum memutuskan apakan akan mengeksekusi warga di radius sekitar 5km dari gunung pascapemulangan bulan lalu. Sementara ratusan warga sudah mulai mengungsi ke rumah kerabat mereka tanpa posko pengungsian.

Tahun lalu belasan warga tewas akibat tersapu awan panas. Tahun ini kehidupan warga di sekitar Gunung Sinabung kembali dihantui aktivitas Gunung Sinabung yang masih berstatus siaga level III. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Masyarakat Diimbau Tidak Beraktivitas 7 Km dari Gunung Sinabung
Gunung Sinabung Dua Kali Erupsi Hari Ini
Bantu Pengungsi Gunung Sinabung, Anak Muda Binjai Ngamen
Makanan Lezat Selama Bulan Puasa, Ancam Kenaikan Lemak dan Kolestrol
Mahasiswa Galang Dana untuk Korban Bencana Alam Sinabung dengan Berjualan Takjil
SP-Bun PTPN III Peduli Kemanusiaan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker