Minggu, 25 Oktober 2026

Persoalan HIV/AIDS Tanggung Jawab Bersama

Rabu, 17 Desember 2014 14:22 WIB
Persoalan HIV/AIDS Tanggung Jawab Bersama
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin. (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengapresiasi digelarnya seminar peduli Anak Dengan HIV/AIDS (ADHA). Seminar ini memiliki nilai positif dan strategis untuk memahami betapa berbahayanya penyebaran HIV/AIDS terutama kepada generasi muda. Apalagi penyebarannya tidak sengaja atau ditularkan melalui orang tua.

Hal ini dikatakan Eldin saat membuka seminar peduli ADHA yang bertajuk "Kita ada untuk ADHA" di Hotel Garuda Plaza, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (17/12/2014).

Hadir Anggota DPD RI Damayanti Lubis selaku penasehat Forum ADHA, tokoh pemerhati HIV/AIDS Umar Zein, narasumber Eban Totonta Kaban serta para Forum Peduli HIV/AIDS Kota Medan.

Dikatakan, persoalan HIV/AIDS menjadi tanggung jawab bersama karenanya diminta kepada dinas terkait agar fokus dan memiliki program yang mengatur khusus mengenai permasalahan HIV/AIDS, dan menginginkan generasi muda terawat dan terhindar dari bahaya HIV/AIDS, baik yang ditularkan melalui orang tua maupun melalui pergaulan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Forum Peduli ADHA yang telah mengambil inisiatif awal memberikan masukan kepada Pemko Medan dalam menagani masalah HIV/AIDS secara lebih luas lagi. Kita harus terus memberikan penyadaran terhadap masyarakat umum untuk menghindari perbuatan yang dapat memicu tertularnya HIV/AIDS ke dalam tubuh," ujar Eldin.

Menurutnya, nantinya hasil seminar ini dapat dijadikan sebagai langkah dan kebijakan Pemerintah Kota Medan melalaui dinas terkait agar dapat melindungi anak-anak yang tertular maupun belum, serta terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk memeriksakan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil yang terindikasi rentan tertular HIV/AIDS agar pencegahannya dapat dilakukan lebih awal bagi anak di dalam kandungan.

Lebih lanjut dikatakan, senimar ini nantinya bisa menggali dan memahami serta menngajak para steakholder dan Pemerintah Kota Medan untuk bisa saling bekerja sama dalam rangka menanggulangi anak-anak yang terkena. Ini tidak mudah dilakukan, perlu menyikapi dan mengajak semua steakholder yang ada untuk mau bersama-sama melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan ini, dalam arti untuk menjaga keluarga dan lingkungan agar tidak tertular atau terkena. Ini perlu disosialisasikan seluas-luasnya.

"Saya melihat fenomena ini sudah meluas. Kita anggap yang muncul itu sedikit, sebenarnya masih banyak lagi permasalahan ini. Banyak yang menutupi dirinya karena mereka dianggap orang-orang yang terbuang. Saatnyalah Forum Peduli ADHA merangkul mereka dan diberikan penjelasan," ungkapnya.

Ketua Forum Peduli ADHA Saurma MGP Siahaan mengatakan, seminar yang bertajuk "Kita ada untuk ADHA" ini digelar bekerja sama dengan aktifis peduli HIV/AIDS di Medan. Tentunya dengan seminar ini nantinya terjalin sinergi dengan lembaga, pemerintah untuk menyikapi, menanggulangi penyebaran dan penularan HIV/AIDS.

Dikatakannya, acara ini juga ditandai dengan MoU tentang perlindungan sosial anak dengan HIV/AIDS antara Forum Peduli ADHA dengan Wali Kota Medan melalui dinas terkait yakni Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan serta Badan Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
KPAID Pematangsiantar : Pelajar, Mahasiswa, Ibu Rumah Tangga Rawan Terkena HIV/AIDS
KPA Harus Punya Database Penderita HIV/AIDS di Sumut
Penderita HIV/AIDS di Medan Banyak Ditemukan Pada Penasun
751 Penderita HIV/AIDS di Sumut Meninggal
Prevalensi HIV/AIDS Cenderung Meningkat Tajam Dari Tahun ke Tahun
komentar
beritaTerbaru
hit tracker