Rabu, 15 Juli 2026

RSUP Adam Malik Medan Dituding Telantarkan Pasien

Selasa, 27 Mei 2014 18:42 WIB
RSUP Adam Malik Medan Dituding Telantarkan Pasien
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Pasien Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik, Medan, bernama Herbet Sinaga asal Hutabaris, Tarutung yang menggunakan kartu BPJS harus terlantar berjam-jam tanpa ada yang menangani dari pihak rumah sakit. Imbasnya keluarga pasien pun mengamuk.

Anak pasien, Sakti Sinaga (25) menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (223/5/2014) kemarin. Saat itu kondisi ayahnya sudah seharusnya dilakukan tindakan operasi, tapi tidak dilakukan dengan alasan menunggu dokter.

Dikatakan Sakti, sebelumnya ayahnya jatuh sakit di kampung halaman hingga dikirim ke RS Balige pada Kamis (22/5/2014) malam. Karena peralatan yang minim akhirnya dikirim ke RS Vita Insani, Pematang Siantar. Tapi tetap tim medis pun menyerah hingga dikirim ke RSUP Adam Malik, Medan.

"Kami tiba di Medan sudah tengah malam. Saat itu ayah langsung dikirim ke ruangan ICU. Awalnya kami berharap ada penanganan dari tim dokter hingga dijanjikan Jumat akan dilakukan operasi karena kondisinya memang sudah lemah," ucap Sakti di Medan, Selasa (27/5/2014).

Saat kondisi ayahnya semakin lemah pihak keluarga pun meminta agar dilakukan penanganan dengan cepat. Tapi tidak diindahkan oleh perawat hingga keributan terjadi.

"Rambut ayah saya sudah dipangkas oleh para perawat dan katanya akan dilakukan operasi tapi hingga pukul 14.00 WIB tidak dilakukan. Saat itu kondisi ayah sudah lemah sekali," paparnya.

Saat keluarga pasien meminta bantuan medis, banyak perawat yang melakukan penolakan. Berungkali pihak keluarga mempertanyakan penanganan lanjutan, namun tak satu pun pihak medis yang memberikan jawaban dengan alasan masih menunggu tim dokter.

"Mungkin karena kami pakai BPJS makanya kami tidak dilayani padahal saat itu kondisi orangtuaku sudah benar-benar kritis. Buat apa dipangkas rambutnya bila tidak ditangani cepat dan kemana dokternya," kata Sakti kesal.

Demi nyawa pasien, pihak keluarga kemudian berembuk untuk mengumpulkan uang serta tidak lagi memakai kartu BPJS. Atas saran keluarga, akhirnya Herbet Sinaga dibawa ke RS Martha Friska, Medan dengan staus sebagai pasien umum.

Rasa kesal keluarga kembali terjadi saat hendak memindahkan pasien. Ketika itu tidak ada satu pun perawat yang peduli termasuk jasa layanan ambulance pun dikenakan tarif yang mahal. Tapi layanan ambulance dapat berkurang setelah dilakukan penawaran.

Setibanya di rumah sakit swasta itu, langsung dilakukan penanganan operasi setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim medis. Pasien diketahui mengalami pecah pembuluh darah hingga proses operasi dilakukan dengan menyedot gumpalan darah di bagian kepala.

"Biarlah kami keluar uang banyak asal nyawa ayahku bisa terselamatkan. Kalau kami tetap bertahan di sana (RSUP Adam Malik) bisa saja nyawa melayang karena kondisi ayahku telah lemah dan bernafas pun sulit. Kemudian BPJS itu tidak ada gunanya karena pihak rumah sakit tampaknya alergi menerimanya," pungkas Sakti. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker