Senin, 19 Oktober 2026

Gali dan Adopsi Sifat Kepahlawanan Sebagai Kompas Kehidupan Berbangsa

Selasa, 11 Maret 2014 18:13 WIB
Gali dan Adopsi Sifat Kepahlawanan Sebagai Kompas Kehidupan Berbangsa
Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi, Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang dan pemangku adat Melayu Asahan foto bersama usai acara silaturrahmi dengan Masyarakat Adat Melayu Asahan di Aula Hotal Syafitri, Kisaran, Senin (10/3/2014). (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Kisaran, (beritasumut.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Tengku Erry Nuradi prihatin terkait makin menipisnya nilai kepahlawanan dikalangan generasi muda masa kini. Padahal, nilai kepahlawanan dapat menjadi kompas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Keprihatinan tersebut disampaikan Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi dalam acara silaturrahmi Masyarakat Adat Melayu Asahan di Aula Hotel Syafitri, Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumut, Senin (10/3/2014).

Hadir dalam acara tersebut Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang beserta istri, Ketua Presidium Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat Tengku Perdana Menteri Asahan HT Yose Rizal, Masyarakat Sejarawan Indonesia Sumut Suprayitno dan ratusan undangan.

Erry yang hadir bersama isteri, Evi Diana Erry menyebutkan, menipisnya nilai kepahlawanan mengakibatkan solidaritas sosial turut menurun hingga memudarkan jiwa kebangsaan. Dalam kondisi ini, para pemimpin dan tokoh masyarakat hendaknya menggali kembali nilai kepahlawanan, kemudian meneruskan kepada generasi muda.

“Dengan meneladani dan mengadopsi sembari mengadoptasi nilai luhur, jiwa, semangat dan pemikiran para pahlawan, niscaya akan dapat melayarkan bangsa ini dengan baik di masa depan,” sebut Erry.

Salah satu nilai kepahlawanan yang tenggelam ditelan masa salahsatunya adalah sejarah Kesultanan Asahan dan perjuangan Sultan Ahmadsyah melawan Belanda serta revolusi bersarah tahun 1946. Banyak lagi etos kepahwanan yang terlupakan, bahkan tidak diketahui generasi muda.

“Banyak sejarah pahlawan dari berbagai daerah yang tidak dikerahui generasi muda saat ini. Padahal, para pahlawan itu berjasa dan berperan dalam perjuangan. Pemimpin dan tokoh masyarakat layaknya menggali kembali sejarah ini agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Dengan begitu, nilai kepahlawanan para pejuang memberi inspirasi kepada generasi muda sekaligus bermanfaat menanamkan rasa kebangsaan,” harap Erry.
 
Erry mengaku, pendidikan sejarah di bangku sekolah cenderung mengulas nilai kepahlawanan berskala nasional. Hanya sebagian sekolah saja yang mengupas sejarah pahlawan lokal. Itu akibat sedikitnya referensi atau buku yang mengulas pahlawan lokal.

“Ini memang menjadi salah satu kendala. Tetapi sebagai orangtua, kita punya tanggungjawab untuk menjaga sejarah pahlawan lokal itu tetap lestari. Saya percaya, orang bijak adalah orang yang mengenal sejarah dan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,” ujar Erry. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Indonesia Menuju Kemandirian Energi, Presiden Prabowo Resmikan 37 Proyek Strategis Ketenagalistrikan
Pemprov dan Kejaksaan Tinggi Sumut Teken Kerja Sama Penagihan Tunggakan Pajak Daerah
Jembatan Namorih Jebol Diduga Akibat Tambang Liar Galian C
Lahan PTPN2 di Desa Amplas Berunbah Jadi Galian C Ilegal
Kembali Gelontorkan Bansos, Plt Bupati Langkat Terima Kasih Atas Pengabdian Bilal Mayit dan Penggali Kubur
Retribusi Pajak MBLB Bapenda untuk Tingkatkan PAD, Berikut Dasar Aturannya
komentar
beritaTerbaru
hit tracker