Selasa, 28 April 2026

Lahan PTPN2 di Desa Amplas Berunbah Jadi Galian C Ilegal

Kamis, 21 September 2023 17:30 WIB
Lahan PTPN2 di Desa Amplas Berunbah Jadi Galian C Ilegal
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com - Lahan PTPN 2 dimanfaatkan secara ilegal oleh oknum tertentu menjadi galian C. Setidaknya, hal ini terlihat di Jalan Al Azhar Desa Amplas, Kecamatan Percut Seituan.

Informasi diperoleh galian C yang diduga ilegal tersebut dikelola berinisial JI. Area lahan milik PTPN II tersebut disulap sebagai tambang tanah ilegal atau galian C tanpa dilengkapi surat izin resmi dari pemerintah.

Maraknya tambang tanah atau galian ilegal di wilayah Kabupaten Deli Serdang tersebut akan berdampak pada kerusakan lingkungan yang dapat memicu terjadinya bencana alam dan merugikan pemerintah setempat. Jalan di TKP juga bisa hancur.

Pantauan wartawan, Kamis (21/09/2023) di lokasi tersebut jauh dari area kawasan padat penduduk warga. Namun bagi warga yang menuju Desa Amplas masuk lebih dekat ke arah Pasar 2 Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Warga sekitarnya bernama Anto (40) mengaku, lokasi yang di jadikan tambang tanah itu masih Hak Guna Usaha (HGU) dari Perusahaan Perkebunan BUMN, PTPN II. Aktivitas penggalian itu sudah berlangsung hampir setahun. Tanah galian yang diambil di lokasi tersebut diduga, dijual di sekitar Deli Serdang dan juga kepada mafia tanah yang membutuhkan tanah tersebut.

"Hancur semua infrastruktur jalan yang ada di Jalan Al Azhar akibat adanya tambang liar galian C di TKP tersebut," jelasnya.(BS06)

Editor
: Herman
Tags
beritaTerkait
Jembatan Namorih Jebol Diduga Akibat Tambang Liar Galian C
Retribusi Pajak MBLB Bapenda untuk Tingkatkan PAD, Berikut Dasar Aturannya
 Warga Patumbak Demo  Minta Galian C Ditutup
Galian C Tanpa Izin Banyak Beroperasi, Warga Minta Perhatian Muspika Pancur Batu dan Kutalimbaru
Dua Bocah Ditemukan Tewas di Bekas Galian C Deli Serdang
Kapolresta Deli Serdang Bersama Forkopimda Bahasa Galian C
komentar
beritaTerbaru
hit tracker