Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Panyabungan, (beritasumut.com) – Sopir Angkutan Desa Lin 01 Trayek Sihepeng-Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mogok beroperasi, Rabu (13/11/2013). Akibatnya ratusan siswa terlantar dan terlambat tiba ke sekolah. Sementara. Kejadian ini diduga akibat sejumlah oknum supir menurunkan tarif ongkos sedangkan supir lain tidak setuju sehingga mogok pun terjadi.
Pantauan wartawan sekira pukul 14.30 WIB, ratusan siswa dari berbagai SMAN di Panyabungan, berada di sepanjang jalan protokol Jalan Merdeka, Kelurahan Kayu Jati, Panyabungan. Menurut siswa, mereka sedang menunggu truk jemputan berupa truk Dalmas dan bus Polres Madina serta bus Pemkab Madina.
Risna, salah seorang siswa SMAN 2 Panyabungan mengatakan sejak pagi mereka berangkat ke sekolah tak satupun mobil angkutan yang mau mengantar mereka ke Panyabungan, hingga datang truk dalmas polisi dan bus pemkab mengangkut mereka.
“Dari tadi pagi tak ada mobil angkutan yang mau bawa kami, sementara kami harus sampai ke sekolah pagi-pagi betul, untungnya datang mobil polisi yang menjemput kami,” ucap Risna diamini temannya yang lain.
Begitu juga untuk kendaraan pulang, Risna bersama ratusan siswa lainnya harus menunggu lebih satu jam, karena harus bergantian diantar. Menurut siswa penyebab mogok ini karena tarif ongkos yang diturunkan secara sepihak, sehingga supir angkutan lainnya tidak bisa menutupi setoran.
“Kabarnya seperti itu, Bang, dan terpaksalah pulangnya juga harus menunggu mobil jemputan, sementara menunggu kami harus menahan lapar, Bang,” pungkasnya.
Sebagian siswa tak sabar menunggu bus jemputan, sebagian mereka menyetop kendaraan yang lewat meskipun itu kendaraan pribadi, dan sebagian kendaraan mau membawa siswa.
Kasat Lantas Polres Madina AKP M Pasaribu yang dikonfirmasi menjelaskan, untuk sementara diketahui penyebab supir angkutan mogok kerja karena ada beberapa oknum supir angkutan yang menurunkan tarif ongkos dari tarif yang ditetapkan oleh Organda bersama Pemkab Madina, sehingga supir angkutan lainnya keberatan dan akhirnya sepakat untuk tidak bekerja hari ini.
“Sementara kita ketahui penyebabnya adalah karena ada oknum yang menurunkan ongkos dari tarif yang yang ditetapkan, sehingga supir yang lain keberatan dan mereka sepakat tidak bekerja, sebab penumpang memilih angkutan dengan tarif murah itu, sementara supir mengaku tidak bisa menutupi setoran mereka ke toke, bahkan mereka hanya bisa bekerja setengah hari karena tidak ada penumpang, padahal setoran harus penuh, itu penyebab sementara yang kita ketahui,” beber perwira berpangkat tiga balok di pundaknya itu.
Namun, Pasaribu menyebutkan Polres Madina sudah berkoordinasi dengan pemkab dan Organda untuk mengatasi permasalahan ini. Untuk sementara bus dan truk Dalmas Polres serta Bus Pemkab akan disiagakan untuk mengangkut siswa. “Jika besok masih terjadi, kita akan siap membantu menjemput dan mengantar siswa,” tambahnya. (BS-026)
Tags
beritaTerkait
komentar