Minggu, 30 Agustus 2026

3,8 Juta Guru se-Indonesia Akan Mogok Mengajar 5 Oktober

Selasa, 01 Oktober 2013 23:41 WIB
3,8 Juta Guru se-Indonesia Akan Mogok Mengajar 5 Oktober
Google
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Komisi B DPRD Kota Medan mengimbau guru sekolah negeri maupun swasta di Kota Medan agar dapat menahan rencana mogok mengajar pada Sabtu (5/10/2013) mendatang. Selain dapat mengganggu proses belajar mengajar di masing-masing sekolah, para guru juga diminta jangan mudah terprovokasi dengan wacana aksi damai yang akan dilakukan secara bersamaan di semua daerah tersebut.

"Kami imbau kalau bisa aksi tersebut ditahan dulu. Karena rencana mogok mengajar para guru seluruh Indonesia tersebut akan mengganggu proses belajar-mengajar di sekolah. Terutama bagi guru-guru di kota Medan," kata Anggota Komisi B DPRD Medan Yahya Payungan Lubis di Medan, Selasa (1/10/2013).

Menurutnya, aksi tersebut dilakukan para guru mengingat banyaknya persoalan di dunia pendidikan yang belum dapat diselesaikan dengan baik oleh pemerintah pusat. "Hingga saat ini, seperti yang kita ketahui bersama, bahwa permasalahan sertifikasi, tunjangan, maupun penyertaan guru swasta untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) belum mampu diatasi pemerintah pusat," ungkapnya. 

Dalam hal ini, lanjut Yahya, pihaknya cukup intens menyoroti berbagai permasalahan di dunia pendidikan khususnya yang terjadi di Medan. "Kami (Komisi B) sudah lama menyoroti persoalan ini. Apalagi soal tunjangan sertifikasi guru yang dialami hampir semua guru di berbagai daerah di Indonesia," ujar Politisi Demokrat itu diamini rekannya satu komisi, Paulus Sinulingga dan Juliaman Damanik.

Dia menambahkan, sah-sah saja bila para guru ingin menyampaikan aspirasi serta keluhan yang dialami selama ini. Apalagi tepat di momen tersebut adalah Hari Guru Sedunia. "Yang penting para guru jangan mudah terprovokasi. Melainkan karena merasa senasib dan sepenanggungan. Itu merupakan waktu yang tepat menyampaikan keluhan karena secara bersamaan para guru juga memperingati hari lahir mereka," timpal Paulus Sinulingga.

Paulus bilang, seyogiyanya pihak pemerintah dapat mengakomodir segala kebutuhan tenaga pengajar. Walaupun ia menyakini bahwa di era sekarang ini pemerintah pusat sudah cukup peduli terhadap kesejahteraan guru. "Ke depan, paling tidak masalah keterlambatan pembayaran tunjangan sertifikasi guru dapat segera diatasi pemerintah. Karena motivasi kerja berjalan lurus dengan kesejahteraan yang diberikan," ungkapnya.

Dengan demikian, Komisi B DPRD Medan berusaha mensosialisasikan permasalahan ini dengan segera membentuk panitia khusus (Pansus) untuk mengetahui secara mendalam permasalahan yang dialami oleh guru-guru di Medan. 

"Komisi B akan bentuk pansus terkait masalah pendidikan ini. Langkah pertama kami akan koordinasikan kepada ketua atau wakil ketua komisi," pungkas Yahya seraya meminta agar pimpinan DPRD turut menyetujui niat baik yang akan dilakukan Komisi B tersebut.

Terpisah, Ketua PGRI Medan Ramlan Tarigan ketika dikonfirmasi membenarkan wacana aksi damai tersebut. "Ya benar, surat edarannya sudah kami terima," katanya.

Ditambahkan, aksi damai itu sangat bagus mengingat banyaknya persoalan di dunia pendidikan yang belum dapat diselesaikan oleh pemerintah pusat.

Melalui aksi damai itu, kata Ramlan, aspirasi guru yang selama ini belum tersampaikan kiranya dapat didengar langsung oleh pemerintah pusat. "Kita (PGRI) sangat berharap segala persoalan dapat digubris oleh pemerintah pusat melalui aksi damai yang nantinya dilakukan. Apalagi aksi ini secara serempak akan dilaksanakan guru se-Indonesia," bebernya.

Dia menambahkan, melalui momen Hari Guru Sedunia ini, akan membuka mata pemerintah untuk menyikapi permasalahan yang selama ini terjadi dalam dunia pendidikan. "Selain bagus untuk dilakukan, aksi kali ini juga merupakan momen penting bagi guru se Indonesia," tandasnya.
  
Seperti diberitakan, semua guru di Indonesia yang tergabung dalam PGRI akan mogok tidak mengajar pada Sabtu (5/10/2013). Jumlahnya juga diperkirakan sekitar 3,8 juta guru. 

Para guru sepakat untuk menggelar aksi damai berupa doa bersama. Ini dilakukan karena banyak persoalan guru dan tenaga kependidikan yang belum diselesaikan oleh pemerintah. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Sukses Gelar PKM, Guru SD di Medan Kini Lebih Kompeten Cegah Stunting
Guru Hebat, Indonesia Kuat! Peringatan HGN ke-80 di MAS Proyek Univa Medan Penuh Makna dan Kebersamaan
Presiden Prabowo Luncurkan Mekanisme Baru, Tunjangan Guru ASN Daerah Kini Lebih Cepat dan Transparan
Walikota Medan Sidak Mal Pelayanan Publik, Baru 5 Menit Pelayanan Online KTP Dibuka, Langsung Habis
Walikota Medan Hadiri Pengukuhan Kepengurusan FOPI Sumut
Tingkatkan APK Perguruan Tinggi di Sumut, Pemprov Sumut Apresiasi Program Beasiswa Universitas Murni Teguh
komentar
beritaTerbaru
hit tracker