Jumat, 05 Juni 2026

Populasi Lalat Masih Tinggi Diduga Akibat Limbah PT PSU

Minggu, 18 Agustus 2013 19:28 WIB
Populasi Lalat Masih Tinggi Diduga Akibat Limbah PT PSU
M Saima Putra
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Panyabungan, (beritasumut.com) – Populasi lalat semakin meningkat di Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang diduga akibat limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Perkebunan Sumatera Utara. Belum ada perhatian pemerintah setempat untuk menindak PT PSU.

Pantauan wartawan di lapangan lapangan, Ahad (18/8/2013), populasi lalat di Kecamatan Lingga Bayu memang meningkat drastis. Kedaan ini bisa terlihat di pemukiman warga, kedai milik warga dan kawasan perkebunan milik PT PSU Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu. Akibatnya warga sangat terganggu dengan meningkatnya populasi lalat.

Salah seorang warga Desa Aek Garingging yang tak mau disebut namanya mengatakan, merasa sangat terganggu oleh lalat-lalat yang berkembang biak drastis di daerah itu setelah PKS milik PT PSU beropersi. Memang keadaan ini sudah pernah diberitahukan kepada pihak PT PSU Simpang Gambir, kemudian pihak perusahaan melakukan penyemprotan di lingkungan pemukiman warga. 

"Namun, yang kami sayangkan penyemprotan terkesan asal-asalan, apalagi waktu selama Lebaran ini peningkatannya sangat drastis," ujarnya.

Sementara salah seorang mahasiswa Madina Azhar Hady Hasibuan  yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Mandailing Natal (AMP2M) yang juga warga Lingga Bayu menegaskan, lingkungan hidup sehat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia sebagaimana telah diamanatkan dalam UU dan pastinya masyarakat Lingga Bayu sangat mengharapkan lingkungan yang sehat.

"untuk itu diminta kepada pihak PT PSU agar memperbaiki pengolahan limbahnya, agar jangan terjadi pencemaran lingkungan di Kecamatan Lingga Bayu, yang akan merugikan masyarakat setempat. Apabila hal ini tidak ditanggapi kami akan melakukan aksi besar-besaran sesuai surat imbauan yang kami kirimkan ," ujarnya sembari minta pemerintah memantau proses pengolahan limbah PT PSU agar tidak terjadi hal yang dapat merugikan warga.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Madina Anshari Nasution melalui Sekretaris Rahmadsyah Lubis mengatakan, pihaknya sudah pernah turun ke lapangan dan menemukan populasi lalat yang meningkat, limbah padat, fiber, tandan kosong diaplikasikan pada lahan perkebunan tanpa ada pengolahan.  

"Kita juga sudah mengirim surat teguran kepada pihak PT PSU berkaitan dengan temuan itu, yang isinya meminta pihak PT PSU mengendalikan populasi lalat dan menghentikan pembuangan tandan kosong ke area perkebunan tanpa ada pengolahan," sebutnya. (BS-026)

Tags
beritaTerkait
Buang Limbah Sembarangan, DPRD Medan Dorong BLH Tindak Manajemen Uni Land
Kabar Gembira Bagi Warga Medan! Akhir Maret Jalan Rusak Akibat Galian Pipa Air Limbah Selesai Diperbaiki
Air Limbah Tambang Emas Martabe Batangtoru di Bawah Ambang Batas
Data Limbah BLH Sumut Tak Jelas
Tim Terpadu Pantau Kualitas Limbah Tambang Martabe
Sanksi Pidana Dalam Ranperda Limbah B3 Harus Jelas
komentar
beritaTerbaru
hit tracker