Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor SE diwakili Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dra Christina Clara Eveline MAP Launcing Sekolah Siaga Kependudukan di SMP Negeri 1 Doloksanggul.
Launching ini ditandai dengan pengguntingan pita sebagai tanda dibukanya Pojok Kependudukan oleh Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Christina Clara didampingi Perwakilan BKKBN Provsu, Debora Christina Tambunan, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Doloksanggul Artauli Lumbangaol dan Pengawas Managerial, Bintang Siahaan dan perwakilan siswa Michael DT Tanjung dan Reva Sihite.
Baca Juga : Diduga Akan Peras Seorang Wanita di Jalan Dr Mansyur Medan, Oknum Polisi Bripka PS Dijebloskan ke Penjara
Bupati dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Christina Clara menyampaikan bahwa pelaksanaan pendidikan kependudukan melalui jalur formal merupakan strategi yang sangat efektif guna mengedukasi generasi muda mengenai permasalahan kependudukan di indonesia. Bagaimana berperan dan berperilaku sesuai dengan wawasan kependudukan.
"Harapannya, generasi muda menjadi agent of change di masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan berwawasan kependudukan, sehingga kehidupan generasi sekarang peduli dengan kondisi generasi masa yang akan datang. Salah satu langkah konkritnya adalah dengan digagas dan dibentuknya program Sekolah Siaga Kependudukan," ujarnya dilansir dari laman humbahas, Minggu (14/11/2021).
[br] Sekolah siaga kependudukan adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga ke dalam beberapa mata pelajaran dan atau muatan lokal khusus kependudukan. Disamping itu juga penerapan pendidikan kependudukan melalui berbagai kegiatan kesiswaan dan bimbingan konseling.
Sekolah siaga kependudukan ini didukung dengan pojok kependudukan (population corner) sebagai salah satu sumber dan bacaan belajar peserta didik sebagai upaya pembentukan karakter generasi berencana. Agar program ini dapat berjalan dengan baik dan sukses tentu diperlukan sinergitas dari berbagai pihak, terutama dari guru dan murid yang menjadi subjek utama dalam program ini.
Ditambahkannya, tahun-tahun berikutnya akan lebih sulit dibandingkan tahun ini, karenanya para siswa harus mempersiapkan diri dengan perencanaan yang lebih baik. Pergunakan waktu untuk belajar, karena pada usia di tingkat SLTP adalah usia masuk dalam kategori non produtif, jadi masih merupakan tanggungan orang tua, atau usia produktif. "Bersyukurlah bahwa ada guru-guru yang mendidik kita saat ini, sehingga persiapan kita untuk menyongsong masa depan akan lebih baik," jelasnya.
Sementara itu dalam laporannya, Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan, Dian AH Pinem mengungkapkan bahwa tujuan dan manfaat Sekolah Siaga Kependudukan ini adalah agar Peserta didik memiliki pengetahuan untuk dapat merubah sikap dan perilaku sadar kependudukan, memiliki literasi yang utuh tentang masalah dari dampak kependudukan dan manfaat kependudukan setempat dan meningkatkan sumber daya manusia melalui program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) untuk mewujudkan keluarga kecil berkualitas.(BS09)
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar