Minggu, 19 April 2026

Indonesia Dukung Kesetaraan Gender, Kemensetneg dan Kemen PPPA Gelar Webinar Internasional di Bidang Pemberdayaan Perempuan

Sabtu, 07 November 2020 19:00 WIB
Indonesia Dukung Kesetaraan Gender, Kemensetneg dan Kemen PPPA Gelar Webinar Internasional di Bidang Pemberdayaan Perempuan
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Pemerintah Indonesia secara konsisten terus berkomitmen untuk memajukan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Hal ini dibuktikan melalui kolaborasi Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang baru saja merampungkan penyelenggaraan webinar internasional bertajuk International Webinar on Women’s Empowerment and Child Protection Program and Its Contribution to Indonesia’s International Development Cooperation Program, pertengahan pekan kemarin.

Webinar yang dihadiri 595 peserta dari dalam dan luar negeri tersebut menjadi ajang diskusi atas capaian pelaksanaan Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan dan Triangular (KTSST) di bidang pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, dan perlindungan anak, yang telah diimplementasikan oleh Pemerintah Indonesia. Selama ini, kedua instansi secara rutin menggagas program peningkatan kapasitas bagi negara-negara berkembang dalam kerangka KTSS.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, dilansir dari Kemenpppa.go.id, Sabtu (07/11/2020) mengatakan, program-program kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan beberapa mitra pembangunan. Menurutnya, kolaborasi antar-pihak merupakan hal mutlak dalam mencapai tujuan pembangunan global.

Baca Juga:

“Sejak 2015, Indonesia telah memulai program pembangunan internasional tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam kerangka Kerjasama Selatan-Selatan bekerja sama dengan sejumlah mitra pembangunan termasuk USAID Indonesia, GIZ Indonesia dan Program Urusan Gender Colombo Plan. Program ini telah menghimpun puluhan alumni berwawasan tentang pengarusutamaan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak, yang diimplementasikan ke dalam tindakan nyata,” ujar Menteri PPPA.

Menteri Bintang juga menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program. “Terkait hal ini, minimnya realisasi action plan yang disusun oleh alumni pelatihan perlu menjadi perhatian utama. Ke depan, kami berharap action plan yang telah disusun oleh peserta pelatihan dapat diimplementasikan untuk meningkatkan efektivitas program,” tambah Menteri Bintang.

Baca Juga:

Pada sesi pertama, webinar menampilkan 3 (tiga) narasumber dari Pemerintah Indonesia, yaitu Nanik Purwanti, Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri, Kemensetneg; Maria Renata Hutagalung, Direktur Kerja Sama Teknik, Kementerian Luar Negeri; dan Muhammad Ihsan, Asisten Deputi Perumusan Kebijakan, Kemen PPPA. Nanik menegaskan komitmen kuat Pemerintah Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan global berdasarkan asas solidaritas dan kerja sama sejak pelaksanaan Konferensi Asia Afrika pada 1955.

Pada Sesi kedua, turut hadir 3 (tiga) narasumber dari mitra pembangunan yang selama ini bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia di bidang kesetaraan gender. Tooba Mayel (Director of Gender Affairs Program, Colombo Plan), Walter Doetsch (Director for the Office of Democratic Resilience and Governance, USAID Indonesia), dan Neni Marlina (Principal Advisor for Triangular Cooperation Afghanistan-Indonesia-Germany/AIG for the Economic Empowerment of Women, GIZ Indonesia). Pada sesi ini, masing-masing narasumber menceritakan kembali praktek terbaik dan kisah sukses KTSST bidang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Acara webinar semakin lengkap dengan berpartisipasinya 3 (tiga) alumni/penerima manfaat program pelatihan dari 3 (tiga) negara yang berbeda, yaitu Jennifer Poole, Permanent Secretary for Ministry of Women, Children, and Poverty Alleviation dari Fiji; Rishmee Aminath Amir, Deputy Director General, Child and Family Protection Service dari Maladewa, dan Carmen Roceli Lopez, Assistant Project Manager for WEE Project, Philippine Commission on Women dari Filipiina. (BS09)

Tags
beritaTerkait
Indeks Pembangunan Gender Sumut Tumbuh 91,06%
Kesetaraan Gender Menjadi Prioritas Bagi Pemko Medan
Menteri PPPA Apresiasi Sumut sebagai Rumah yang Ramah bagi Perempuan
 Menteri PPPA Dorong Percepatan Implementasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak
Dorong Pengefektifan dan Pengoptimalan Pengarusutamaan Gender Secara Terpadu
KemenPPPA Perkuat Komitmen dalam Implementasi Praktik Baik Pemberdayaan Ekonomi Perempuan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker