Selasa, 14 Juli 2026

Ikhwan Luthfi Dosen Psikologi UIN Jakarta: Literasi Digital Penting untuk Melawan COVID-19, Saring Dulu Sebelum Sharing

Sabtu, 15 Agustus 2020 19:00 WIB
Ikhwan Luthfi Dosen Psikologi UIN Jakarta: Literasi Digital Penting untuk Melawan COVID-19, Saring Dulu Sebelum Sharing
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.comâ€"Literasi informasi dan media digital perlu dipelajari dan dipahami oleh masyarakat guna mewaspadai hoaks yang beredar di tengah pandemi COVID-19. Informasi-informasi yang tidak akurat dalam hoaks berdampak negatif bagi diri sendiri dan pihak lain.

Hal ini diungkapkan Dosen Psikologi UIN Jakarta, Ikhwan Lutfi MPsi yang menjelaskan bahwa hoaks menimbulkan dampak kecemasan, mengganggu eksistensi, serta menimbulkan ketidak percayaan pada diri sendiri, orang lain, dan pihak otoritas. Menurut Ikhwan, di masa pandemi sekarang ini, hoaks juga menimbulkan disobedient sosial atau ketidakpatuhan. “Hoaks di masa pandemi membuat munculnya disobedient sosial atau masyarakat tidak patuh, karena informasi yang diterima tidak benar,” ujarnya di Media Center Satuan Tugas Nasional, Jakarta, dilansir dari Covid19.go.id, Sabtu (15/08/2020).

Menurut Ikhwan, ketidakpatuhan tersebut dikarenakan masyarakat lebih memaknai alternatif informasi yang ada dibandingkan dengan informasi yang disebarkan. "Faktor lain yang menyebabkan hal tersebut adalah perilaku malas dari sebagian masyarakat Indonesia. Malas untuk melakukan cross-check terhadap informasi yang telah tersedia, sehingga menimbulkan sesat pikir serta cara berpikir yang pendek," tegasnya.

Berdasarkan keterangan Ketua Tim Kampanye Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi), Dr Lestari Nurhajati MSi, isu politik, SARA, dan kesehatan menjadi ladang hoaks yang paling banyak tersebar di Indonesia. Dalam sesi Bincang-Bincang Bersama Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Lestari menuturkan ketika seseorang percaya terhadap isu yang salah namun dianggap benar, maka orang tersebut dapat melakukan tindakan-tindakan di luar kontrolnya.

Untuk mengantisipasi hal tersbut, terdapat hal yang paling mudah untuk dilakukan oleh masyarakat, yakni melakukan verifikasi informasi yang diterima. “Paling mudah, masyarakat harus melakukan verifikasi terhdapa informasi yang diterima, apabila banyak menggunakan huruf kapital, menggunakan kata ‘viralkan’, terlalu bombastis, dan terlalu bersemangat menyampaikan sesuatu yang belum tentu benar itu biasanya mencurigakan,” kata Lestari.

Selain itu, masyarakat juga harus check and re-check dengan membandingkannya terhadap media lain yang lebih valid dan akurat. Hal tersbut juga harus diikuti oleh proses evaluasi dengan cara menahan diri atau tidak terburu-buru sebelum membagikan informasi tersebut. “Jangan terburu-buru untuk berbagi, kita harus saring sebelum sharing (berbagi),” tegas Lestari mengenai evaluasi terhadap informasi yang diterima. Terakhir, partisipasi dan kolaborasi ketika menemukan hoaks di sekitar kita menjadi peran yang harus dilaksanakan oleh semua orang," pungkasnya. (BS09)

Tags
beritaTerkait
Kasus Covid-19 di Singapura Meningkat, Dua Kasus Aktif Dilaporkan di Sumut
Singapura-Malaysia Laporkan Peningkatan Covid-19, Dinkes Sumut Ajak Kembali Jaga Prokes
Save Our Socmed, Indosat Kampanye Gerakan Anti Hate Speech kepada Mahasiswa UINSU Tuntungan
Indosat Dorong Inklusi Digital ke Indonesia Timur, Kemudahan Akses Informasi dan Peluang Tanpa Batas di NTT
Panglima TNI: Literasi Digital Adalah Kerja Besar Yang Memerlukan Sinergitas
Pandemi Belum Dicabut, Masyarakat Sudah Acuh
komentar
beritaTerbaru
hit tracker