Jumat, 17 Juli 2026

Mahasiswa BSA UIN Ar-Raniry Praktikum Filologi Ke Aceh Utara

Minggu, 07 Oktober 2018 22:00 WIB
Mahasiswa BSA UIN Ar-Raniry Praktikum Filologi Ke Aceh Utara
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Sebanyak 57 mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh bersama sejumlah dosen melakukan
 
praktikum filologi di Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari, 6-7 Oktober 2018.
 
Dibawah bimbingan Nurdin, AR dan dua dosen filologi lainnya yaitu Chairunnisa Ahsana AS dan Istiqamatunnisak serta Nasruddin AS selaku dosen arkeologi, para mahasiswa dilatih cara mengukur dan membaca tulisan pada nisan, melakukan transkripsi dan transliterasi teks inskripsi, mengklasifikasikan jenis batu, ornamen, waktu pembuatan, silsilah tokoh dan usia, serta kontribusi dalam penyebaran Islam di Serambi Mekkah, kemudian dilanjutkan dengan melakukan deskripsi data-data yang digali dalam wujud laporan praktikum.
 
Menurut Chairunnisa Ahsana AS MAHum, selaku salah seorang dosen pendamping mengatakan bahwa praktikum filologi merupakan lanjutan dan praktik dari mata kuliah filologi pada semester sebelumnya di Prodi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry agar mahasiswa mampu memahami ilmu-ilmu naskah.
 
Untuk kali ini, kata Chairunnisa yang menjadi objek praktikum adalah tulisan pada Makam Sultan Malikussaleh di Gampong Beuringin, Kecamatan Samudera, Aceh Utara dan makam Sultanah Nahrasiyah.
 
“Yang menjadi objek praktikum kali ini adalah tulisan pada makam Sultan Malikussaleh dan Sultanah Nahrasiyah. Yang dipelajari dan ingin digali dengan menggunakan pendekatan paleografi (ilmu huruf) yang menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari lingkup kajian sejarah. Disinilah konteks interkoneksi terjadi, ilmu filologi (manuskrip dan naskah kuno) sebagai bagian dari ilmu bantu sejarah/inskripsi atau sejarah/inskripsi sebagai ilmu yang dibantu oleh filologi,” kata salah seorang dosen filologi, Chairunnisa melalui siaranpersnya, Minggu (07/10/2018).
 
Sehingga, kata Chairunnisa penelitian terhadap inskripsi tersebut sekaligus merupakan bagian yang menghubungkan antara kajian filologi, sejarah dan antropologi yang juga memiliki objek kajian yang sama sebagai bagian dari peninggalam sejarah atau artefak.
 
Ke depan, katanya praktikum-praktikum Filologi akan kita lakukan secara berkelanjutan karena merupakan bagian dari mata kuliah. Sekaligus refleksi, praktek- kongkrit dari teori yang didapat selama  pembelajaran filologi telah dan tengah berlangsung.
 
Ia berharap, pemerintah dan masyarakat memberi perhatian serius terhadap pemeliharaan situs-situs dan objek sejarah dengan lebih memerhatikan pemeliharaan sehingga makam dan seluruh artefak bisa lebih lama bertahan dan bisa disaksikan oleh anak cucu.
 
“Konsep pemeliharaan dengan tujuan mempertahankan situs lebih lama dan terawat baik, meski usia tak menjamin semua mampu bertahan lama namun setidaknya ada usaha konkrit yang dilakukan,” harapnya.(rel)

Tags
beritaTerkait
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry Berikan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tengah
FAH UIN Ar-Raniry Gelar Raker 2022 di Banda Aceh
Berbagi Ilmu di Masa Lansia, PWRI dan UIN Aceh Sosialisasi Program Silver College
UIN Ar-Raniry Yudisium 107 Mahasiswa FAH
Selama Dua Hari, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Dibekali Pelatihan Jurnalistik dan Mendeley
Pengurus ILMIBSI Gelar Muswil di UIN Ar Raniry
komentar
beritaTerbaru
hit tracker