Jumat, 28 Agustus 2026

Ada Sekolah di Tengah Hutan Langkat

Jumat, 30 September 2016 09:56 WIB
Ada Sekolah di Tengah Hutan Langkat
beritasumut.com/BS08
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Menuntut ilmu tidak memandang usia dan tempat belajar. Luar biasa meski sekolah nonformal ini berada di tengah hutan, para siswa-siswi dan tenaga pengajar tetap antusias untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Herman alias Jon seorang warga Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat yang rela mengabdikan diri untuk menjadi tenaga pengajar di sebuah sekolah non formal yang berada di tengah hutan tepatnya di lokasi wisata salang pangeran Desa Timbang Lawan.

Pengambdian Jon ini tidak di ukur dengan rupiah, ia rela mengajar secara gratis demi generasi bangsa agar anak anak di pelosok desa bisa lebih pintar khususnya dalam berbahasa Inggris.

Meski harus berjalan kaki selama satu jam dan menyeberangi sungai dengan jembatan yang bisa membahayakan keselamatan para peserta didik tetap antusias untuk belajar. Lebih menarik lagi, para siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan belajar ini tidak saja dari kalangan anak anak, namun orang dewasa juga ikut serta bahkan wisatawan manca negara yang berasal dari Jerman dan Perancis turut belajar bahasa Inggris yang diajarkan Jon.

Menurut Jon, bahasa inggris merupakan bahasa internasional, sehingga para generasi muda harus bisa berbahasa Inggris. "Bahasa Inggris ini kan bahasa internasional, untuk itu ke depan anak-anak dan warga desa harus bisa berbahasa Inggris dengan baik terlebih lagi Kecamatan Bahorok dan Bukit Lawang, karena merupakan daerah wisata yang kerap dikunjungi wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Sementara itu, Irfan salah seorang siswa, yang bercita-cita menjadi guru, mengatakan, meski untuk menuju tempat belajar lumayan jauh, namun ia tetap semangat karena berjalan kaki bersama teman teman demi menjadi anak yang pintar. “Jalan dari rumah agak jauh bang, tapi senang kalau jalannya rame-rame sama kawan. Kan demi bisa jadi pintar,” ujar Irfan.

Meski hanya tamatan sekolah menengah atas, pengabdian tanpa batas yang di lakukan Jon dan teman temannya patut di tiru dan di jadikan sebagai contoh demiterciptanya generasi bangsa yang handal dan berkualitas.(BS08)

Tags
beritaTerkait
CitraLand Tunjukkan Kepedulian Pendidikan Anak Bangsa, Bupati Deliserdang Targetkan 2028 Tak Ada Lagi Sekolah Sore
Legimin Raharjo dan Iksan Chan Motivasi Pemain Muda Akademi Sekolah Sepak Bola
Dari Budaya ke Kelas, Penguatan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Sumatera Utara
Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan
53 Sekolah Rakyat Segera Hadir, Pemerintah Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Kurikulum
Tinjau SD Yang Terbengkalai, Wakil Walikota Medan Minta Dimanfaatkan untuk Fasilitas Pendukung Belajar dan Mengajar
komentar
beritaTerbaru
hit tracker