Jumat, 01 Mei 2026

Pendiri LP3i Kurang Sependapat dengan Full Day Scholl

Jumat, 19 Agustus 2016 16:01 WIB
Pendiri LP3i Kurang Sependapat dengan Full Day Scholl
beritasumut.com/ist
Syahrial Yusuf
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Pendiri LP3i (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia), Syahrial Yusuf menyatakan kurang sependapat dengan wacana full day scholl meski dilakukan setelah jam pelajaran dan dijamin tak ada pelajaran dengan alasan mempersempit jeda waktu siswa sekolah dengan orang tua dinilainya kurang rasional, cenderung terlalu dipaksakan, dan rentan kontraproduktif.

“Wacana full day school itu tak perlu dilempar ke publik bila konsep dan teknisnya tampak belum siap dan masih kurang jelas seperti itu. Ini seolah kelihatan cenderung terlalu dipaksakan dan rentan kontraproduktif. Ingat bahwa Negara Indonesia ini sangat luas dan heterogen, maka harus ada standardisasi tertentu yang relevan,” jelas Syahrial, di Jakarta, Jumat (19/08/2016).

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang mendasar yang mengakibatkan kondisi demikian. Geografis dan infrastrukturnya di daerah berbeda-beda dan masih banyak juga ditemukan ketimpangan fasilitas pendidikan dimana-dimana, tentu tak bisa disamakan begitu saja dengan daerah yang memenuhi ketersediaanya. Belum lagi pengimlementasiannya nanti dibebankan kemana persoalan biayanya.

“Kalau infrastruktur merata sih mungkin tak terlalu masalah ya, tapi dilihat dari realitas infrastruktur fasilitas pendidikan saja masih banyak temuan yang memprihatinkan lhoh. Belum lagi biaya yang dikeluarkan untuk implementasinya nanti baik dari sisi sekolah atau pemerintah dan wali murid. Anggaran pos pendidikan saja sampai ikut dipangkas dalam APBNP kita karena imbas seret fiskal,” ujar Tokoh Pendidikan dan Pemberantas Pengangguran itu.

Lanjutnya, dari segi siswa juga sama akan sepintas akan tampak keletihan setiap hari bisa berimbas pada kurang maksimalnya mereka dalam konsentrasi belajarnya. Meski ada kegiatan ekstrakurikeler pilihan disekolah yang ditawarkan pada wacana tersebut, beberapa dari mereka juga akan terhambat haknya untuk mengikuti pengembangan diri diluar sekolah yang dikehendaki siswa dan orang tua.

“Coba pikir, kita yang orang dewasa saja bisa keletihan dengan standar kerja 8 jam, apalagi anak-anak psikologinya nyaman tidak? Apakah pemerintah bisa menjaminnya nanti? Sementara konsep dan teknisnya belum jelas,” selorohnya.

Dari segi tenaga pengar, ia juga meragukan apakah jumlah guru memenuhi mengingat kelihatan dipaksa bekerja melebih dari standarnya. Menurutnya selain mengajar, guru juga ada pekerjaan administratif juga di sekolah seperti monitoring hasil belajar siswanya dan hal lainnya.

“Guru juga bisa terbebani, diluar konteks jam mengajar kan juga mereka administratif. Hak orang tua  juga demikian. Bisa-bisa ini juga berimbas pada ancaman nyata di sektor bisnis lain juga seperti bimbingan belajar, kursus ketrampilan lain juga," tuturnya.

Meski menjadi salah satu orang yang berpengaruh di dunia pendidikan Indonesia, Ia mengatakan bahwa pencapaian akademik bukanlah segalanya. Kurikulum pendidikan bahkan sering berganti hingga sekitar enam kali. Oleh sebab itu, ia menyarankan sebaiknya pemerintah fokus pada kebijakan skala prioritas, termasuk yang sifatnya roand map jangka panjang dan mendorong pendidikan vokasional yang sejalan dengan keinginan presiden Jokowi dalam program prioritas tahun 2017 dalam pidatonya lalu di Gedung DPR MPR, Jakarta, Selasa (16/8). Bilamana tetap dipaksakan sah-sah saja asalkan jelas konsep dan teknisnya serta tersegmentasi dengan bobot ukuran tertentu.(rel)

Tags
beritaTerkait
Jaga Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pertamina Sumbagut Borong 12 PROPER Hijau
Pertamina Sumbagut Gandeng BKKBN Dukung Pembangunan Keluarga dan Kesejahteraan Pekerja
Dari Budaya ke Kelas, Penguatan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Sumatera Utara
Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan
BPJS Ketenagakerjaan: Keluarga Personel Satpol PP Medan Dapat Santunan
Perkuat Pasokan LPG Jelang Idulfitri 2026, Pertamina Sumbagut Tambah 3,2 Juta Tabung
komentar
beritaTerbaru
hit tracker