Rabu, 15 Juli 2026

Liga Champions, Barca Takluk 3-0 di Kandang Juventus

Rabu, 12 April 2017 17:30 WIB
Liga Champions, Barca Takluk 3-0 di Kandang Juventus
beritasumut.com/dtc
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Juventus tampil superior saat menghadapi Barcelona di Juventus Stadium, Rabu (12/04/2017) dinihari WIB. Pada leg pertama perempat final Liga Champions 2016/2017 tersebut, Juventus menang cukup telak atas Barcelona dengan skor 3-0.
 
Barcelona pada laga ini memang tampil tanpa kekuatan terbaiknya. Sergio Busquets yang menjadi nyawa di lini tengah absen karena akumulasi kartu. Hal ini menambah penderitaan Barca yang ditinggal Rafinha dan Aleix Vidal hingga akhir musim karena cedera.
 
Walaupun begitu, bukan berarti Barcelona tanpa perlawanan pada laga ini. Justru Barcelona lebih banyak menguasai bola dibanding kubu tuan rumah. Hanya saja sebenarnya pertandingan ini dikendalikan Juventus sehingga Barca berhasil dibuat tak berkutik.
 
Juventus turun dengan formasi terbaiknya pada laga ini. Hanya Marko Pjaca yang cedera. Skuat berjuluk 'Si Nyonya Tua' ini menggunakan formasi yang menjadi andalan sepanjang 2017, yaitu 4-2-3-1. Mario Mandzukic dan Juan Cuadrado menempati kedua sisi, sementara Gonzalo Higuain menjadi ujung tombak serangan. Paulo Dybala dibebaskan bergerak walau area bermain utamanya di belakang Higuain.
 
Sementara itu Barcelona turun dengan formasi 4-1-2-3 di awal pertandingan. Lionel Messi yang biasanya menempati sisi kanan penyerangan (walau bermain free role), bermain di belakang Luis Suarez yang bermain sebagai penyerang tengah bersama Andres Iniesta. Sepanjang permainan Ivan Rakitic justru bermain sebagai wide player.
 
Namun secara sistem pertahanan, Barcelona tak bermain baik pada babak pertama. Peluang demi peluang diciptakan Juventus. Sembilan dari total 14 tembakan Juventus pada laga ini pun dilakukan pada babak pertama.
 
Titik lemah dari pertahanan Barcelona sendiri terletak pada celah di antara Mascherano dengan empat bek. Peluang-peluang Juventus pada babak pertama, termasuk dua gol Dybala yang tercipta pada babak pertama, mayoritas terjadi melalui proses yang tak jauh berbeda.
 
Juventus mengandalkan serangan balik cepat melalui kedua sayap pada laga ini. Bola dari para gelandang seperti Sami Khedira maupun Miralem Pjanic, kerapkali diarahkan pada Cuadrado yang beroperasi di sisi kanan maupun Mandzukic di sisi kiri.
 
Celah di Antara Gelandang dan Bek Sebabkan Barcelona Kalah dari JuventusGrafis umpan sepertiga akhir Juventus sepanjang pertandingan yang mengarah ke kedua sayap 
 
Namun kedua full-back Barcelona, Sergi Roberto dan Jeremy Mathieu, tampak kewalahan menghadapi duo sayap Juventus. Mathieu yang bermain selama 45 menit sebelum digantikan Andre Gomes, tidak mencatatkan satu pun tekel atau intersep. Aksi defensif yang ia lakukan hanya dua sapuan dan satu pelanggaran. Sementara itu Sergi tampil sedikit lebih baik dengan satu tekel, satu intersep dan tiga sapuan.
 
Kewalahannya full-back Barcelona ini dibarengi dengan kegagalan Mascherano menggantikan peran Busquets sebagai gelandang jangkar di depan empat bek. Gelandang asal Argentina ini kerap terlambat mundur sehingga memunculkan celah bagi Dybala yang beroperasi di depan empat bek. Bahkan kedua gol Dybala tercipta melalui proses yang tak jauh berbeda dan ia bisa melepaskan tembakan tanpa penjagaan ketat.
 
Juventus sendiri tidak terlalu mengandalkan umpan silang meski menyerang lewat sayap dan memiliki Gonzalo Higuain di kotak penalti. Ketika bola berada di sayap, para pemain Juventus melakukan cut-back. Selanjutnya, pemain-pemain dari lini kedua seperti Dybala, Pjanic, hingga Khedira menyambut umpan mendatar tersebut. Dari total 14 tembakan yang dilakukan Juventus, Dybala melepaskan tiga tembakan, jumlah yang sama dicatatkan Khedira. Sementara Pjanic hanya satu kali tembakan.
 
Meski kalah 3-0, Barca sebenarnya bukan tanpa perlawanan. Pada laga ini, bahkan sebenarnya mereka berhasil mencatatkan tembakan lebih banyak dari Juventus, yaitu 16 tembakan. Namun penampilan baik Barca baru terjadi pada babak kedua. Pada babak pertama, skuat asuhan Luis Enrique ini bisa dibilang tak berkutik.
 
Adalah sistem pertahanan Juventus yang membuat Barca kesulitan menciptakan peluang pada babak pertama. Ketika Barca memulai serangan melalui kiper mereka, Marc-Andre Ter Stegen, para pemain Juventus sudah bersiap melancarkan pressing agresif.
 
Melalui Mandzukic, Higuain, Cuadrado, dan Dybala, Juventus terus mengganggu awal serangan Barcelona. Para pemain tersebut memang cukup aktif melakukan tekel, keempatnya total menyumbang 12 tekel dengan Mandzukic sebagai pemain terbanyak melakukan tekel, empat kali. Dari 12 upaya merebut bola tersebut, tujuh di antaranya merupakan tekel berhasil.
 
Transisi Juventus saat bertahan pun terbilang rapi pada babak pertama. Jika bola berhasil melewati tengah lapangan atau hendak memasuki sepertiga pertahanan mereka, Juventus langsung bermain dengan pressing yang tidak terlalu agresif. Mereka merapatkan jarak antarpemain di tengah. Ini dilakukan untuk menutup jalur operan serangan Barca pada Lionel Messi.
 
Saat bertahan, Juve mengubah pola 4-2-3-1 menjadi 4-4-2. Mandzukic dan Cuadrado mendekati Khedira dan Pjanic. Sementara Dybala dan Higuain berada di posisi terdepan untuk menjadi tembok pertama pertahanan, memberikan gangguan pada pemain Barca yang sedang menguasai bola.
 
Skema ini membuat Barca lebih sering mengumpan antar sayap karena kesulitan mengoper bola pada Messi, bahkan pada Iniesta dan Suarez. Namun Juve punya strategi lain saat Barca memainkan bola ke sayap, yaitu memberikan tugas khusus pada full-back kanan mereka, Daniel Alves, untuk menjaga Neymar.
 
Dalam gambar di atas, tak tampak keberadaan Alves. Hal ini dikarenakan di saat yang bersamaan, Neymar tetap berada di sisi kiri untuk mengisi ruang kosong atas rapatnya pertahanan Juventus di area Messi. Namun Alves sudah siap menjegal Neymar yang kerap kali bisa menunjukkan kualitasnya melalui aksi-aksi individu.
 
Alves tercatat melakukan empat tekel berhasil dari empat kali percobaan, empat intersep dan satu sapuan. Tugasnya mengawal Neymar ke mana pun mantan pemain Santos itu bergerak memang dilakukannya dengan baik, meski harus berbuah kartu kuning ketika harus menjegal Neymar di tengah lapangan.
 
Di sisi kiri pun demikian. Ivan Rakitic yang bermain melebar pada laga ini tak berkutik karena penampilan gemilang Alex Sandro. Bahkan tak hanya Alex Sandro, sisi kiri pertahanan Juventus kerap mendapatkan bantuan dari Mario Mandzukic.(dtc)

Tags
beritaTerkait
Liga Champions, Kalahkan Benfica, Barcelona Lolos ke Perempatfinal
Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions: Derby Madrid dan PSG Vs Liverpool
Hasil Drawing 16 Besar Conference League: Copenhagen Vs Chelsea
Hasil Drawing 16 Besar Liga Europa: Roma Vs Bilbao, Sociedad Vs MU
Jadwal dan Cara Pengundian 16 Besar Liga Champions
Wakil-wakil Italia Rontok di Playoff Liga Champions
komentar
beritaTerbaru
hit tracker