Senin, 26 Oktober 2026

Djarot dan Sihar Ziarah ke Makam Leluhur Nairasaon di Tobasa

Minggu, 11 Februari 2018 09:15 WIB
Djarot dan Sihar Ziarah ke Makam Leluhur Nairasaon di Tobasa
BERITASUMUT.COM/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saipul Hidaya dan Sihar Sitorus (Djoss) melaksanakan ziarah di makam leluhur Nairasaon, di Desa Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten, Toba Samosir (Tobasa). 
 
Ziara ke makam leluhur dari marga Manurung, Sitorus, Manurung, Sirait dan Butarbutar tersebut diapresiasi Djarot sebagai salah satu nilai budaya batak yang tidak ternilai harganya. Kedatangan pasangan yang akrab disapa Djoss tersebut di Desa Sibisa disambut dengan meriah oleh sejumlah warga. 
 
Pasangan yang maju dengan diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan pembangunan (PPP) tersebut dinilai masyarakat sebagai pasangan yang paling menghargai peradapan budaya batak.Karena kedua pasangan tersebut melakukan ziarah dimakam leluhur sebagai simbol penghargaan terjadap perjuangan pendahulu dalam membangunan tatanan budaya yang saat ini terus berkelanjutan. 
 
“Pasangan Djoss menunjukkan bahwa mereka tidak lupa pada asal muasa leluhur. Mereka datang dan menunjukkan penghargaan budaya yang merupakan warisan dari leluhur,” terang salah satu warga bermarga Sirait, Sabtu (10/02/2018).
 
Mewakili keturunan Raja Nairasaon JMP Sitorus  mengatakan bahwa Nairasaon merupakan leluhur dari marga Sitorus, Sirait, Manurung dan Butarbutar. Saat ini keturunan dari Nairasaon sudah menyebar di berbagai penjuru dunia. Selain itu sampai saat ini keturunan dari Nairasaon tetap menghormati leluhur dan falsafah yang diwariskannya.
 
Sementara Djarot mengaku sangat kagum dengan budaya Batak yang sangat menghargai peradapan. Bahkan masyarakat Batak memiliki garis silsilah dan garis keturunan sehingga dapat menelusuri leluhurnya. Hal ini menurut mantan Gubernur DKI tersebut merupakan warisan yang harus dilestarikan. Karena tidak semua suku memiliki budaya yang demikian.
 
Sihar dalam paparannya mengatakan bahwa dia melaksanakan jiarah ke Sibisa karena dorongan dari panggilan jiwa sebagai putra Batak. Sihar menjelaskan bahwa sebelumnya dia telah melaksanakan jiarah kemakan orang tuanya di kampung halamannya. Selanjutnya dia melaksanakan jiarah ke makam leluhur sebagai penghormatan. Serta memohon doa restu dari keturunan Nairasaon yang ada di seluruh Indonesia. 
 
Secara khusus, Sihar menjelaskan bahwa budaya yang dimiliki Batak adalah anugrah dari Tuhan sang pencipta. Sehingga segala ucapan syukur dipanjatkan pada Tuhan sebagai ucapan terimakasih atas budaya dan kearifan lokal yang ada saat ini. 
 
"Semua merupakan berkat Tuhan yang harus kita syukuri. Sebagai keturunan dari Nairasaon saya sudah datang ke tempat leluhur dan berdoa bersama kepada Tuhan sang pencipta kita agar segala cita cita dan keinginan kita dikabulkan Tuhan. Saya meminta doa restu dari seluruh kerabat dan saudara agar sama sama berjuang dalam memajukan Sumut," katanya.(BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Sepekan, Kepastian Kompensasi Korban Keracunan MBG Karo Belum Jelas
Dugaan Keracunan MBG di Galang, PDI Perjuangan Dorong Evaluasi Total Pelaksanaan Program
Hasto Kristiyanto Akan Hadiri Peletakan Batu Pertama Kantor DPC PDIP Samosir
Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat
Lantik Bupati dan Wakil Bupati Madina, Gubernur Sumut Ingatkan Kesejahteraan Rakyat Sebagai Landasan Bekerja
Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan Bersama Stakeholder Pada Pilkada Tahun 2024
komentar
beritaTerbaru
hit tracker