KPPU Kanwil I Terima 21 Laporan Sepanjang 2026, Persekongkolan Tender Mendominasi
beritasumut.com Dugaan persekongkolan tender menjadi laporan yang paling banyak diterima Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wil
Ekonomi
beritasumut.com - Sebagai salah satu penyakit paling mematikan di dunia, penyakit jantung tentunya sangat penting untuk diwaspadai.
Di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sendiri, penyakit kardiovaskular ini angkanya juga terbilang cukup tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan menyampaikan, sepanjang tahun 2023, pihaknya mencatat terdapat sebanyak 9.228 kasus penyandang gangguan jantung. Jumlah terbanyak berasal dari Kota Medan, yakni mencapai 3.855 orang.
"Sedangkan terbanyak kedua adalah Pematangsiantar dengan 762 penyandang, diikuti Langkat dengan 752 penyandang, Deliserdang 551 penyandang dan Binjai 523 penyandang," ungkapnya, Jumat (12/01/2024).
Dari jumlah tersebut, lanjut Alwi, terdapat sebanyak 4.774 kasus sebagai gagal jantung di Sumut. Jumlah terbanyaknya juga berasal dari Kota Medan dengan 2.434 penyandang, diikuti Langkat sebanyak 442 penyandang, Pematangsiantar 305 penyandang, Binjai 271 penyandang dan Deliserdang 176 penyandang.
Sementara untuk jantung koroner, jelas Alwi, di Sumut terdapat sebanyak 4.454 kasus. Terbanyak di Medan sebesar 1.421 penyandang, Pematangsiantar 457 penyandang, Deliserdang 375 penyandang, Langkat 310 penyandang dan Karo 291 penyandang.
"Untuk Binjai sendiri terdapat 252 kasus jantung koroner. Sedangkan di Karo jumlah kasus gangguan jantungnya ada 338 kasus dengan 47 kasus merupakan gagal jantung," jelasnya.
Alwi menyebutkan, untuk daerah-daerah lain di Sumut, jumlah kasus jantungnya juga tidak boleh dianggap remeh, meskipun masih berada di bawah angka 300 kasus.
"Sedangkan daerah terendah kasus gangguan jantung di Sumut, yakni Labuhanbatu dan Nias Utara masing-masing empat kasus, serta Humbahas satu kasus," bebernya.
Sebelumnya, Alwi menuturkan, rata-rata usia yang tergolong rentan dapat terkena penyakit kardiovaskular ini, kebanyakan adalah mereka yang masih dalam katagori usia produktif. Karena, penyakit ini termasuk sebagai penyakit tidak menular.
Alwi menerangkan, faktor yang mempengaruhi penyakit kardiovaskular terbagi atas dua, yaitu faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor resiko yang dapat dimodifikasi.
Dia memaparkan, faktor resiko yang dapat dimodifikasi adalah pola makan yang sehat (diet yang seimbang), kurang aktifitas fisik, merokok dan minum alkohol. Sedangkan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah umur, jenis kelamin, ras dan genetik.
"Jadi, kedua faktor ini sangat mempengaruhi penyakit kardiovaskular. Apabila kedua faktor ini tidak bisa dikendalikan, maka bisa menyebabkan komplikasi misalnya ke mata, ginjal, otak bahkan penyakit sumbatan ke pembuluh darah," jelasnya.
"Karenanya kita lebih berperan pada faktor resiko yang dapat dimodifikasi untuk pencegahan terkena penyakit kardiovaskular," sambungnya.
Dia mengatakan, gaya hidup tidak sehat sangat berpengaruh menyebabkan faktor resiko yang dapat dimodifikasi tadi. Contohnya, kurang aktivitas fisik menyebabkan penimbunan lemak yang menyebabkan menyempitnya pembuluh darah.
"Merokok dan diet yang tidak seimbang serta minum alkohol juga merupakan faktor resiko yang mempengaruhi penyakit kardiovaskular," sebutnya.
[br] Alwi menuturkan, gaya hidup tidak sehat akan berdampak pada kesehatan tubuh, seperti sindrom metabolik berupa sekelompok kondisi yang meningkatkan resiko penyakit jantung, stroke dan diabetes. Sindrom metabolik mencakup tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh dan kadar kolesterol yang tidak normal.
"Jadi, faktor yang dapat dimodifikasi berpengaruh lebih dari 60 persen mempengaruhi penyakit kardiovaskular," sebutnya.
Oleh karena itu, Alwi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjalankan pola hidup sehat. Yaitu dengan cara diet yang seimbang, rajin aktivitas fisik, tidak merokok dan tidak minum alkohol.
"Kemudian sering memeriksakan kesehatannya agar nantinya lebih awal mengetahui derajat kesehatan seseorang," pungkasnya.(BS04)
beritasumut.com Dugaan persekongkolan tender menjadi laporan yang paling banyak diterima Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wil
Ekonomi
beritasumut.com Dua pemuda tersungkur bersimbah darah setelah bagian kaki kanannya ditembus timah panas personel Unit Reserse Kriminal (Res
Peristiwa
beritasumut.com Tiga pemuda di Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, diamankan polisi karena diduga hendak mencuri kabel bawah tanah,
Peristiwa
beritasumut.comSatuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Medan meringkus seorang pengedar narkotika jenis sabu di Jalan Sakti Lubis, Keca
Peristiwa
beritasumut.com Untuk dapat menikmati narkoba, seorang pria nekat membobol sebuah rumah di Jalan Selamat, Gang Sadar, No.17 B, Kelurahan Bi
Peristiwa
beritasumut.com Empat bandar narkoba di Binjai, Provinsi Sumatera Utara, dijebloskan ke penjara setelah ditangkap personel Satuan Reserse (
Peristiwa
beritasumut.com PSMS Medan berhasil membawa pulang kemenangan penting dari markas Adhyaksa FC Bekasi pada pekan ketiga Pegadaian Championsh
Olahraga
beritasumut.com Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Muda usia 9 tahun (U9) dan usia 11 tahun (U11) meraih juara III bersama pada Piala Ngadima
Olahraga
beritasumut.com Personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Deli Serdang menangkap dua pengedar sabu di Desa Sei Tuan, Kecamatan Pant
Peristiwa
beritasumut.com Lagi istirahat di depan rumah tibatiba dipukul adik iparnya, membuat Erwin (41), warga Jalan Irian, Gang Pekong, Lingkunga
Peristiwa