Sabtu, 20 Juni 2026

RSJPDHK Laksanakan Pembinaan Akselerasi Kardiovaskular di RSUPHAM, Tingkatkan Pelayanan Pasien Penyakit Jantung

Sabtu, 27 November 2021 08:00 WIB
RSJPDHK Laksanakan Pembinaan Akselerasi Kardiovaskular di RSUPHAM, Tingkatkan Pelayanan Pasien Penyakit Jantung
BERITASUMUT.COM/BS06
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) melaksanakan pembinaan dan akselerasi intervensi kardiovaskular/non bedah di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM) sejak Jumat (26/11/2021) hingga Sabtu (27/11/2021). Kegiatan ini sendiri, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan dalam bidang jantung dan pembuluh darah khususnya di rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini.

"Ini salah satu program dari Kemenkes dan penguatan jejaring kardiovaskular di 54 rumah sakit seluruh Indonesia. Targetnya peningkatan kemampuan di bidang jantung baik intervensi nonbedah maupun bedah. Kebetulan saya membawahi intervensi non bedah, berikutnya ada intervensi bedah kemari juga," ungkap perwakilan RSJPDHK, DR dr Doni Firman, SpJP (K), Jumat (26/11/2021).

Disebutkannya, program ini juga menargetkan RSUPHAM bisa lebih bagus lagi dalam hal jumlah maupun kualitas pelayanan penyakit jantung. "Target kita memang meminimalisir pasien-pasien jantung dirujuk ke RS (rumah sakit) Harapan Kita. Karena antrenya di kita (pasien untuk dapatkan layanan operasi bedah jantung) sudah terlalu lama. Untuk pasien dewasa antrean bahkan sudah empat sampai enam bulan," jelasnya.

Baca Juga:

Baca Juga : RSUP H Adam Malik Luncurkan Program ‘One-Heart’ Kardiovaskular Sumut

Kemudian, sambungnya, yang lebih sedih lagi kalau pasien jantung anak, daftar tunggu untuk mendapatkan layanan operasi sampai dua tahun. Hal ini dikarenakan fasilitas untuk bedah jantung anak tidak banyak sehingga RS yang bisa melayani sedikit sekali. Bahkan, RS yang melayani bedah jantung anak juga tidak bisa banyak melayani masyarakat.

Baca Juga:

[br] "Ini dari seluruh Indonesia, memang ada beberapa RS, tapi paling banyak pasiennya di RS Jantung Harapan Kita. Pasien pun sebagian besar sudah meninggal Karena terlalu lama dapat penanganan, jadi kita harap RS Adam Malik sebagai RS terbesar di Sumatera Utara menjadi leader, sehingga tidak semua pasien jantung dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita," harapnya.

Dalam melakukan pembinaan ini, dia juga menyampaikan tentang teknologi IVUS (intravascular ultrasound) untuk melihat pembuluh darah sehingga jika pasang ring maka terpasang dengan baik. "Tindakan ini tidak dibius, karena pasiennya sadar. Hanya masuk melalui pembuluh darah, jadi luka kecil tusuk jarum saja," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Instalasi Pusat Jantung Terpadu (PJT) RSUPHAM dr Anggia C Lubis, SpJP (K) melalui Staf Divisi Intensive Care dan Intervensi Kardiovaskular dr Faisal Habib, SpJP (K), FIHA mengatakan, dalam kegiatan ini, juga akan dilakukan tindakan pemasangan ring terhadap tujuh pasien penyakit jantung koroner dengan menggunakan teknologi fractional flow reserve (FFR) dan intravascular ultrasound (IVUS). Dengan teknologi tersebut, bisa diketahui secara jelas berapa persen penyempitan atau penyumbatan di dalam pembuluh darah jantung koroner.

Baca Juga : RS Adam Malik Inovasikan Tindakan Ablasi 3D untuk Pasien Penyakit Jantung

"Kegiatan hari ini dikhususkan untuk meningkatkan skill dan teknik dalam melakukan tindakan non operasi, jadi pemasangan cincin tanpa operasi dengan panduan alat ultrasound (IVUS) yang masuk dalam pembuluh darah, sehingga diketahui berapa persen penyempitan, jenis penyempitan apakah lemak saja atau sudah ada kalsium, untuk diketahui strategi pemasangannya," ungkapnya.

[br] Kemudian, lanjutnya, ada juga alat yang namanya fisiologis studi FFR untuk bisa menentukan apakah suatu penyempitan pembuluh darah jantung itu perlu dilakukan tindakan atau tidak. "Jika dilihat dari gambar angiografi biasa seakan-akan mata kita melihat kalau itu penyempitan 70 atau 80 persen. Tapi, mata kita bisa tertipu. Namun jika kita masukkan FFR itu maka kita akan tahu, walaupun terjadi penyempitan pembuluh darah 70-80 persen, namun aliran tidak terganggu. Kalau tidak terganggu untuk apa kita ambil tindakan. Artinya alat inilah sebagai penentu kita mengambil tindakan atau tidak," terangnya.

Untuk itu dengan adanya kedua teknologi tersebut, Faisal Habib memperkirakan tindakan terhadap seorang pasien akan memakan waktu dua jam. "Hari ini enam pasien dan Sabtu (26/11/2021) besok dua pasien, yang akan dilakukan tindakan pemasangan cincin tanpa operasi," ucapnya.

Dia juga menyebutkan, hampir semua penyakit jantung, baik bedah dan non bedah sudah bisa dilakukan di RSUPHAM. "PJT RS Adam Malik sudah bisa melakukan operasi bedah jantung, kita adalah sentra atau RS terbanyak ketiga yang melakukan bedah jantung di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya," bebernya.

Baca Juga : Maknai Semangat Kemerdekaan dengan Tubuh Yang Sehat Bebas Penyakit

Terkait pembinaan intervensi kardiovaskular dari RS pusat jantung nasional di RSUPHAM, kata Habib, adalah meningkatkan kualitas dari segi pelayanan dan teknologi yang baru. Diharapkan juga, dengan program pengampuan ini di Sumatera Utara (Sumut) maka dibuka dua center untuk bedah center jantung dua tahun lagi, sehingga bisa mengurangi jumlah antrean bedah jantung. "Jadi diharapkan semua kasus jantung di Sumatera baik yang ringan maupun yang kompleks bisa dilayani di RS Adam Malik, tanpa harus ke Penang dan Singapura," ungkapnya.

[br] Disebutkannya, penyakit jantung ini bukan datang secara tiba-tiba, tapi dari akumulasi kebiasaan hidup sejak lima sampai 10 tahun terakhir. "Kalau penyakit jantung koroner ini dikarenakan lemak yang menumpuk lima atau 10 tahun terakhir sampai akhirnya menyumbat sampai 90 persen," sebutnya.

Oleh karena itu, dia menyarankan, masyarakat menjaga pola hidup sehat, makan sehat dan olahraga. Faktor penyebab jantung koroner ini hipertensi, diabetes, merokok, kadar kolesterol jahat yang tinggi, faktor keturunan yang mudah terjadinya penyempitan pembuluh darah, obesitas, malas berolahraga. "Sebenarnya penyakit ini bisa dicegah dengan pola hidup sehat, makan sehat dan olahraga," terangnya.

Begitupun, tambahnya, kalau sampai sakit, agar jangan khawatir, karena teknologi kedokteran yang paling berkembang cepat adalah jantung dan pembuluh darah. "Misalkan ada kelemahan, mungkin sisi pelayanan karena yang terlibat bukan hanya dokter, tapi semua sedang berjalan dan ditingkatkan, sehingga kedepan bisa mengurangi antrean operasi dan pasien yang berobat ke luar negeri. Ini tujuan dari Kementerian Kesehatan," pungkasnya. (BS06)

Editor
:
Tags
beritaTerkait
RS Adam Malik Siagakan Pelayanan Kesehatan Selama Libur Lebaran 2025
Transplantasi Solusi Terbaik Penyakit Ginjal Kronis
Dokter dan Perawat RS Adam Malik Peringati Hari Kanker Anak Bersama Pasien
RS Adam Malik Raih 4 Penghargaan dari Kemenkes RI untuk Kinerja 2024
Pj Gubernur Sumut Harapkan Pusat Onkologi RSUPHAM Akan Bantu Tingkatkan Layanan Penyembuhan Kanker
Walikota Medan Dampingi Wamenkes Groundbreaking Oncology Center Building Adam Malik Hospital
komentar
beritaTerbaru
hit tracker