Kanwil Bank Mandiri Medan Pilih Bungkam Terkait Gugatan PT TSI dan Isu Penarikan Dana Nasabah
Sengketa KMK ratusan miliar PT Toba Surimi Industries dengan Bank Mandiri mencuat setelah dugaan tanda tangan nonidentik pada 54 cek.
Peristiwa
beritasumut.com - Tim dokter Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) mengakui bahwa sejauh ini masih melakukan tindakan stabilisasi terhadap bayi kembar siam asal Kabupaten Asahan, yang dirawat sejak dirujuk dari RS Bunda Mulia Kisaran, Selasa (07/06/2022) sore.
Karenanya, Sekretaris Tim Penanganan Bayi Kembar Siam RSUPHAM dr Rizky Adriansyah MKed(Ped) SpA(K) menyampaikan, untuk rencana operasi pemisahan terhadap putri dari pasangan SS dan J ini masih belum dapat diputuskan.
"Kita masih melakukan stabilisasi dulu. Kalau dia stabil, baru kita rencanakan pemeriksaan lebih lengkap seperti CT Scan USG jantung dan lain-lain," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (8/6).
Lebih lanjut Rizky menjelaskan, setelah pemeriksaan lengkap itu dilakukan dalam kurun waktu dua sampai tiga hari atau satu minggu ke depan, tim dokter baru akan melakukan rapat untuk menentukan apakah operasi pemisahan terhadap bayi kembar siam ini layak dilakukan. Tentunya ujar dia, keputusan itu diambil berdasarkan disiplin ilmu kedokteran dari masing-masing tim dokter yang terlibat.
"Tentunya kita butuh kesabaran dari semua pihak terutama orang tua. Karena saat ini belum bisa kita nyatakan bayi ini layak dipisah atau tidak," jelasnya.
Apalagi, terang Rizky, bila melihat dari kondisi bayi selain memiliki dempet perut juga hanya memiliki dua kaki normal dan satu kaki yang juga terdempet (tiga kaki). Karenanya, bila operasi pemisahan dilakukan, salah satu bayi akan mengalami kecacatan.
"Jadi kita tidak bisa hanya mengambil pertimbangan medis saja, tetapi juga etika dan agama, mengingat kaki bayi ada tiga," terangnya.
[br] Sementara itu, terkait organ dalam apakah juga ada mengalami perdempetan, Rizky mengatakan pemeriksaan itu belum dilakukan. Sebab, ujar dia, untuk saat ini yang paling penting kata dia adalah agar bayi kembar siam ini tetap dalam keadaan stabil dan bisa tumbuh kembang dengan baik.
"Sejauh ini kondisinya stabil, sehingga hanya kita berikan oksigen minimal dan di tempatkan ruang inkubator agar tidak mengalami hipotermia. Selain itu bayi juga menangis kuat dan bergerak aktif," bebernya.
Menurut Rizky, kasus bayi kembar siam memang tergolong sangat langka terjadi. Perbandingannya, tambah dia, hanya terjadi satu dari 200.000 kelahiran.
"Untuk penyebabnya, secara medis juga sulit. Apalagi untuk menyatakan sumber dari sebab dan akibatnya," pungkasnya.(BS04) (zie)
Sengketa KMK ratusan miliar PT Toba Surimi Industries dengan Bank Mandiri mencuat setelah dugaan tanda tangan nonidentik pada 54 cek.
Peristiwa
Warga Medan resah dengan dua proyek perumahan elite yang diduga tanpa PBG. Pemko Medan didesak menghentikan pembangunan dan menindak tegas.
Peristiwa
beritasumut.com Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang menjenguk seorang anak korban kekerasan fisik asal Kabupaten Dairi y
Kesehatan
Pengacara lima pengurus Kelenteng O Bin Ciong Kun soroti dugaan kejanggalan penetapan tersangka kasus pengerusakan plang di Medan.
Peristiwa
Pembangunan perumahan mewah di Medan Tembung disorot warga karena diduga jumlah unit tak sesuai PBG dan berpotensi memicu banjir.
Peristiwa
Sidang perdana gugatan PT TSI terhadap Bank Mandiri digelar di PN Medan. Tergugat disebut tak hadir, perkara terdaftar nomor 879/Pdt.G/2026/
Peristiwa
CitraLand dukung pendidikan di Deli Serdang melalui pembangunan fasilitas SDN 106810 Sampali, sementara Bupati menargetkan 2028 tak ada seko
Pendidikan
beritasumut.com Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Muda meraih juara III setelah menang dramatis melalui adu pinalti 32 saat berhadapan dengan
Olahraga
beritasumut.com Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), banyak orang bertanya Apakah fotografer profesional akan ter
Sosok
beritasumut.com Kegiatan Pameran Foto Prahara Pulau Emas Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan bersama Mata Waktuyang digelar di Atrium Plaza
Pendidikan