Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Sebuah pesan singkat beredar dengan informasi bahwa vaksin COVID-19 produksi Sinovac bisa didapatkan secara mandiri dengan membayar senilai Rp 600 ribu. Dalam kabar miring tersebut, disebut-sebut pemberian vaksin bekerjasama dengan PolarClinic Surabaya dan didukung oleh Kadin, Asproksi serta Dinkes, bertempat di Kadin Surabaya.
Menanggapi isu tersebut, Koordinator Komunikasi Publik PMO Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Arya Sinulingga menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.
Baca Juga:
"Faktanya informasi tersebut adalah hoaks. Pemerintah sejauh ini melarang pemberian Vaksin Sinovac dilakukan secara mandiri," ujarnya dilansir dari Covid19.go.id, Sabtu (10/04/2021).
Baca Juga : Menkes: Vaksinasi Indonesia Tembus 10 Juta Dosis
Baca Juga:
Menegaskan statementnya, Arya menyitir instruksi Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi MEpid, yang menegaskan bahwa pemberian vaksin Sinovac belum boleh dilakukan secara mendiri.
[br] "Hati-hati dengan informasi terkait kesehatan yang beredar tidak melalui kanal-kanal resmi, seperti postingan di media sosial atau broadcast pesan di aplikasi chatting," ungkapnya.
Arya pun mengajak masyarakat untuk mengecek kebenaran sebuah informasi dengan cara :
1. Kirim pesan WhatsApp ke Chatbot Mafindo ke nomor 085921600500
2. Cek di situs Kementerian Kominfo di https://kominfo/inihoaks atau https://turnbackhoax.id dan https://cekfakta.com.
3. Cek dan buktikan hoaks terkait COVID-19, kunjungi https://s.id/infovaksin "Untuk informasi terkait COVID-19 kunjungi situs resmi Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Covid19.go.id," pungkasnya. (BS09)
Tags
beritaTerkait
komentar