Selasa, 02 Juni 2026

Kasus Penolakan Tiga Siswa SD Pengidap HIV di Samosir Dikecam YPI

Selasa, 23 Oktober 2018 21:30 WIB
Kasus Penolakan Tiga Siswa SD Pengidap HIV di Samosir Dikecam YPI
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) mengecam pelarangan bersekolah terhadap tiga orang anak pengindap HIV/AIDS di Desa Nainggolan, Kabupaten Samosir dengan alasan masyarakat takut anaknya tertular penyakit serupa. Bahkan ketiga anak yang masih berusia 12 tahun ke bawah itu juga terancam diusir dari kabupaten Samosir.
 
Untuk itu, Ketua Badan Pengurus YPI Zahrin Piliang meminta kepada Pemerintah Kabupaten Samosir untuk  tidak bersikap diskriminatif terhadap ketiga anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan khusus. "Ketiga anak tersebut tidak boleh diasingkan dari lingkungan masyarakat, melainkan harus bisa bergaul dengan bebas bersama anak seusia mereka," tegasnya, Selasa (23/10/2018).
 
Menurutnya, Pemerintah Samosir seharusnya memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, sebab HIV/AIDS tidak akan menular hanya karena bersentuhan. "Ini membuktikan bahwa masih banyak kalangan masyarakat yang belum paham mengenai penyakit ini," jelasnya.
 
Zahrin mengaku, pihaknya yakin, berbagai kasus penolakan seperti ini bisa terjadi, lagi-lagi karena pengetahuan masyarakat akan HIV/AIDS masih minim. Sebab dari kasus serupa yang pernah terjadi, setelah diberikan penjelasan medis oleh dokter maka pihak sekolah, siswa maupun orang tua siswa dapat menerima anak pengidap HIV untuk bisa bersekolah tanpa perlakuan diskriminatif.
 
Untuk itu, YPI, kata Zahrin mengimbau agar pihak sekolah, seperti kepala sekolah, guru, siswa serta orang tua siswa untuk diberikan pemahaman dan sosialisasi yang benar terkait bagaimana pendekatan sosial dan pendekatan kesehatan yang harus dilakukan dengan anak-anak yang mempunyai latar belakang HIV/AIDS. Sebagai lembaga yang konsern terhadap perlindungan anak, tambahnya, YPI siap mendampingi ketiga korban untuk mendapatkan hak-hak mereka bersama-sama dengan lembaga-lembaga anak lainnya. "Peran psikologi anak juga dibutuhkan dalam hal ini. Anak pengidap HIV juga harus diberi pendampingan oleh psikolog sehingga kesehatan jiwa mereka juga tidak terganggu," harapnya. (BS04)

Tags
beritaTerkait
Kunjungan Pertama Sebagai Gubernur, Bobby Nasution Serap Aspirasi Warga Samosir
Gempa Tektonik Magnitudo 3.1 Dirasakan di Samosir
Resmikan Hotel Bintang 5 Pertama di Samosir, Pj Gubernur Sumut Optimis Industri Pariwisata Samakin Berkembang
Pembekalan HIV/AIDS untuk KRI Diponogoro-365
Kasus HIV/AIDS di Sumut Meningkat Signifikan
Pemprov Sumut Berikan Tali Asih kepada Keluarga Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang
komentar
beritaTerbaru
hit tracker