Minggu, 13 September 2026

Pil KB dan Obat Palsu Marak Beredar di Sumut, BBPOM Amankan Satu Tersangka

Rabu, 14 Maret 2018 20:15 WIB
Pil KB dan Obat Palsu Marak Beredar di Sumut, BBPOM Amankan Satu Tersangka
BERITASUMUT.COM/BS07
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Masyarakat mesti lebih berhati-hati dalam memilih ataupun mengkonsumsi obat. Sebab sejumlah obat palsu termasuk pil Kontrasespsi (Pil KB) saat ini telah ditemukan beredar di sejumlah sarana (apotek) yang ada di Sumatera Utara (Sumut).
 
Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan Yulius Sacramento Tarigan mengatakan, sekitar 6 bulan yang lalu hal itu telah BBPOM ketahui. Puncaknya, pada Selasa (13/03/2018) kemarin, bersama kepolisian, BBPOM mengamankan sejumlah obat palsu dan pil KB termasuk satu orang pengedarnya berinisial J MS di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. "Pelaku tertangkap tangan oleh kita. Sehingga langsung kita amankan," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (14/03/2018).
 
Sacramento menjelaskan, dari tangan tersangka, pihaknya menemukan Chloramphenicol (anti biotik) sebanyak 1.000 kapsul, Nizoral (obat jamur) 90 tablet, dan Imodium (obat diare) 200 tablet dari jok sepeda motornya. Selain itu di apotek SH di Deli Serdang ditemukan Mycroginon (pil KB) sebanyak 2.100 tablet serta 1.845 kapsul Chloramphenicol. "3 bulan lalu kita menemukan jejaknya di apotek. Kemudian dari situ kita proses, sehingga kita berhasil mengamankan pelaku dan barang buktinya," jelasnya.
 
Sedangkan di apotek RS yang juga berada di Deli Serdang, lanjut Sacramento, pihaknya juga telah mengamankan sebanyak 1.748 kapsul Chloramphenicol. Begitupun di apotek DR di Kabupaten Simalungun juga ditemukan sebanyak 500 kapsul Chloramphenicol. "Tapi dalam persepsi tersangka, obat ini biasa-biasa saja dan tidak berbahaya. Padahal dampaknya, bagi masyarakat yang mengkonsumsinya sudah jelas tidak bisa sembuh dari penyakitnya, dan bahkan gagal melaksanakan program KB. Belum lagi akibat penggunaaan bahan kimia yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, bahkan mengakibatkan kerusakan ginjal dan lever," terangnya.
 
Untuk itu, Sacramento mengaku, pihaknya akan menyapu bersih peredaran obat palsu di Sumut. Jika ada ditemukan, dia berjanji akan langsung mengambil tindakan tegas. "Saya kira ada obat palsu ini masih ada yang beredar. Makanya kita lakukan intensifikasi seperti ini," tegasnya.
 
Saat ini, tutur Sacramento, tersangka J MS masih dalam tahap pemeriksaan guna dilakukan pengembangan lebih lanjut. Tersangka sendir juga akan dijerat dengan UU kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara. Di samping itu, Sacramento juga mengaku jika kini ada 3 pihak lain yang masih di dalami untuk mencari tahu dimana sumber obat palsu ini berada. Karena sebut dia, jika ada pihak yang menerima pasti ada pihak yang menjual obat tersebut. "Dari intrograsi, sumbernya adalah oknum yang ada di Jakarta. Tapi kita sudah berkordinasi ternyata disana tidak ada. Sehingga kemungkinan besar keberadaannya tidak jauh dari lokasi obat beredar," pungkasnya. (BS07)

Tags
beritaTerkait
Tarik Es Krim Vanila Haagen Dazs dari Pasar, BBPOM Medan Turunkan Tim
Bahas Masalah Kesehatan Makanan, Wali Kota Sibolga Terima Audiensi BBPOM Medan
Obat Tradisional Herbal Senilai Rp 2,5 Miliar dari Malaysia Diamankan BBPOM Medan
Peneliti: Cacing di Ikan Kaleng Tak Terlalu Berpengaruh Bagi Kesehatan
4.100 Ikan Kaleng Mengandung Cacing Beredar di Sumut, BBPOM Lakukan Penarikan
Temuan Zat Mikroplastik di Air Kemasan, BBPOM Akan Kaji Ulang
komentar
beritaTerbaru
hit tracker