Jumat, 08 Mei 2026

Konsumsi Ayam Potong Bisa Picu Resistensi Antibiotik

Minggu, 14 Januari 2018 21:29 WIB
Konsumsi Ayam Potong Bisa Picu Resistensi Antibiotik
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Sudah menjadi rahasia umum jika sebagian besar ayam potong yang diperjual belikan di pasaran, pembesarannya dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik.
 
Prof Delfitri Munir Sp-THT KL (K) mengatakan, karenanya bila daging ayam ini sering dikonsumsi masyarakat, maka akan sangat berpengaruh besar pada kesehatan dan juga segala jenis bakteri penyakit, akibat telah memicu resistansi.
 
Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Arif Tasbi 2 Medan ini juga mengatakan, jenis antibiotik yang digunakan pada ayam sama dengan yang digunakan pada manusia. Sebuah data yang mengejutkan menyebutkan 80 persen antibiotik yang dijual di Amerika Serikat dan lebih dari setengahnya ternyata dijual di seluruh dunia untuk digunakan pada hewan, bukan manusia.
 
"Data tersebut dipaparkan dalam tulisan investigasi seorang jurnalis Amerika bernama Maryn McKenna, pemenang penghargaan di bidang sains," ujar Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut saat meresmikan Kedai Ayam Potong Herbal Syariah Al-Arif di Jalan Sei Mencirim Medan, Sabtu (13/01/2018).
 
Buku yang diberi judul 'Big Chicken' tersebut, sambung Delfitri, memuat fakta bahwa ayam goreng atau yang biasa dikonsumsi masyarakat, kemungkinan dibesarkan dengan pemberian suntikan antibiotik berlebih. Dalam buku itu, antibiotik pada hewan ternak, terutama jenis unggas seperti ayam umumnya diberikan untuk membasmi bakteri yang akan menyebabkan penyakit infeksi.
 
"Suntikan antibiotik berlebih pada hewan bertujuan untuk menjaga hewan tersebut tidak cepat mati akibat infeksi," jelasnya.
 
Oleh karena itu, pihaknya ingin berperan menyelamatkan generasi ke depan dari penggunaan antibiotik berlebihan dengan mengajak mengkonsumsi ayam herbal. Pemeliharaan ayam ini menggunakan hasil penelitian mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Farmasi Fakultas Farmasi USU tahun 2012 bernama Supomo.
 
"Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Supomo di Medan, yakni menggunakan produk herbal dengan bahan alam seperti sambiloto, temulawak, jinten, pepaya dan lain-lain," terangnya.
 
Prof Syahrin Harahap MA dalam tausiyahnya mengatakan, dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 168 dijelaskan, kalau beriman kepada Allah makanlah yang halal dan herbal. Jika tidak, terganggu iman kita kalau makanan kita tidak halal dan tidak herbal
 
Sementara itu, Ketua MUI Medan Prof Mohammad Hatta yang meresmikan sekaligus memberikan sertifikat halal menyebutkan, sertifikat halal dalam sebuah produk pangan sangat diperlukan bagi masyarakat muslim.
 
"Sertifikat itu bertujuan agar memberi keberkahan dan kesejahteraan hidup karena makanan yang dikonsumsi akan  menjadi darah dan daging yang berdampak pada karakter manusia," tandasnya.(BS07)

Tags
beritaTerkait
Nutritionist Meilynda Memberi Tips Kesehatan Kepada Peserta Senam Bersama di Kota Medan
Tinjau Pasar Pakantan, Gubernur Sumut Terkejut dengan Harga Ayam Potong
SaladStop! Resmi Terima Sertifikasi Halal MUI
Dinkes dan Persagi Gelar Konseling Giji Ibu Hamil
Panggil Gubernur dan Bupati, Presiden Jokowi Ingin Tuntaskan Kasus Campak dan Gizi Buruk di Papua
Walikota Medan dan YSKI Salurkan Bantuan Kepada 150 Keluarga Kurang Mampu
komentar
beritaTerbaru
hit tracker