Jumat, 23 Oktober 2026

Penyakit Difteri di Sumut Perlu Terus Dipantau

Kamis, 07 Desember 2017 21:45 WIB
Penyakit Difteri di Sumut Perlu Terus Dipantau
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Provinsi Sumatera Utara (Sumut) perlu terus memantau perkembangan penyakit difteri (corynebacterium diphtheriae). Hal ini diungkapkan Ketua Jaringan Kesehatan Masyarakat (JKM) Sumut dr Delyuzar, Kamis (07/12/2017).
 
Menurut dr Delyuzar, pemantauan ini harus dilakukan, agar wabah penyakit yang mampu merenggut nyawa tersebut dapat diantisipasi sedini mungkin. "Yang paling perlu dilakukan di Sumut ini tentu memperketat pemantauannya. Selain itu bila ditemukan kasusnya oleh dokter, harus segera dilaporkan," jelasnya.
 
Sebagaimana diketahui, belakangan ini difteri telah menjadi penyakit yang ramai diberbincangkan masyarakat. Tercatat hingga November 2017, terdapat 20 provinsi yang melaporkan adanya penyakit tersebut, dengan rincian 593 kasus serta 32 kematian. Selain itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga berencana akan melakukan imunisasi ulang atau ORI (Outbreak Response Immunization) di 3 provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Ketiganya dipilih karena prevalensinya tinggi dan juga penduduknya yang padat.
 
Namun untuk Sumut, jelas Delyuzar untuk vaksinasi, hal itu tidak terlalu urgent untuk dilakukan. Karena sebenarnya kata dia, di Posyandu vaksinasi DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus) sebetulnya telah diberikan guna menciptakan imunitas pada tubuh warga. "Sudah ada dari posyandu. Kalau seandainya itu berjalan, berarti vaksinasinya sudah baik, sehingga tidak perlu ada wabah di Sumut," jelasnya.
 
Difteri sendiri terang Delyuzar, sangat penting diwaspadai sebab ia dapat menciptakan infeksi pada saluran nafas. Akibatnya, dapat terbentuk selaput yang bisa menutup saluran nafas, sehingga akan mudah berdarah. Selanjutnya, tutur dia, pasien akan menjadi demam biasanya terjadi pada anak-anak. Selain itu, akibat tersumbatnya saluran nafas tadi, pihak medis terpaksa harus menciptakan lubang di leher pasien sebagai jalan bagi saluran nafasnya. "Itu tentu suatu hal yang berbahaya. Bukan hanya demamnya saja, tapi juga akibat pada saluran nafas itu yang bisa membuat meninggal," tegasnya.
 
Sementara itu, Kassubag Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Masahadat Ginting mengaku, sepanjang 2017 di rumah sakit ini hanya terdapat 2 orang pasien berusia 15 tahun yang mengidap difteri. Dikatakannya, satu orang merupakan warga Deli Serdang dan satu lagi merupakan warga Langsa. "Terakhir kita merawat penyakit difteri pada Januari 2017. Sampai sekarang, belum ada lagi kasusnya di temukan di RSUP Haji Adam Malik," ucapnya.
 
Saat ini, sambung Masahadat, keduanya juga telah sembuh. Sehingga kini, mereka dapat kembali melanjutkan sekolahnya yang sempat tertunda akibat menjalani perawatan. "Setelah sembuh pasien langsung diperbolehkan pulang. Mereka tidak sampai harus melakukan rawat jalan," pungkasnya. (BS07)

Tags
beritaTerkait
Wakapolda Sumut dan Kapolresta Deli Serdang Diganti
Pertamina Sumbagut dan Kabinda Sumut Perkuat Sinergi Jaga Kelancaran Distribusi Energi
40 Orang Positif Narkoba Diamankan saat Penggerebekan di Medan
Truk Pengangkutan Air Minum Tabrak Pagar UPTD RS Khusus Mata Sumut
Ketua BTN PSSI Sebut Gubernur Bobby Nasution Peduli Sepak Bola Kelompok Usia
Polda Sumut Gerebek Sarang Narkoba di Percut Sei Tuan, 27 Orang Positif Pengguna
komentar
beritaTerbaru
hit tracker