Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Demi kesehatan dan perlindungan bagi anak-anak, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat, khususnya yang memiliki anak kecil, agar tidak ragu melaksanakan imunisasi Measles Rubela atau MR.
“Kita sehatkan dan lindungi anakanak kita dari berbagai penyakit, termasuk Campak dan Rubella,” ajak Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, drg. Oscar Primadi, MPH, melalui siaran tertulis di Jakarta, Kamis (24/08/2017).
Menurut Oscar, sejauh ini tingkat partisipasi masyarakat untuk mensukseskan kampanye imunisasi MR cukup tinggi, sudah lebih dari 60%. Artinya, masih on the track.
Intinya, lanjut Oscar, program imunisasi serentak ini, tidak hanya untuk memberikan support kuratif saja, tetapi sekali preventif dan promotof juga harus ditingkatkan.
“Di beberapa negara seperti Thailand sudah terbukti, bahwa kalau pencegahan ditingkatkan kuratif akan berkurng. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan akan fokus kepada preventif dengan menambah jumlah jenis vaksin,” terang Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes itu, seperti dilansir setkab.go.id.
Oscar menolak anggapan banyaknya program imunisasi di Indonesia. Ia mengingatkan, negara tetangga kita Malaysia imunisasi dasarnya sudah 14 jenis, sementara kita masah enam. Dengan ditambah tiga vaksin baru, Oscar bersyukur berarti program pencegahan penyakit kini semakin baik.
Secara terpisah, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Aman Bhakti Pulungan, Sp A(K) mengemukakan, semua negara di dunia sampai sekarang melakukan imunisasi rutin bayi dan anaknya, karena imunisasi terbukti bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat dan kematian. “Manfaat imunisasi tersebut dibuktikan oleh kajian ilmiah berbagai profesi di lembaga resmi nasional dan internasional,” ungkap Aman.
Mengenai isu-isu yang menyatakan bahwa vaksin berbahaya yang beredar sejak tahun 2003 bersumber dari berita thn 1950-1960an yang dikutip dari beberapa buku dari luar negeri, Ketua IDAI itu mengatakanj, bahwa teknologi vaksin thn 1950-1960an sangat berbeda dgn vaksin generasi sekarang.(BS01)
Tags
beritaTerkait
komentar