Minggu, 07 Juni 2026

Capai Akreditasi Maksimal, IDI Medan Sarankan RS Tingkatkan Semangat

Jumat, 09 Juni 2017 22:30 WIB
Capai Akreditasi Maksimal, IDI Medan Sarankan RS Tingkatkan Semangat
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan, dr Wijaya Juwarna SpTHT-KL mengaku, pihaknya masih optimis bahwa rumah sakit, khususnya yang ada di kota Medan semangat untuk capai raihan akreditasinya.
 
Menurut dr Wijaya, rumah sakit perlu meningkatkan semangatnya, untuk raihan proses akreditasi tersebut. "Kita masih optimis seluruh RS di kota Medan semangat untuk menjalani proses akreditasi. Hanya saja yang diperlukan sekarang adalah meningkatkan semangat," ungkapnya, Jumat (09/06/2017).
 
Akreditasi tersebut, jelas Wijaya, ialah agar menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang ada dirumah sakit. Namun sampai saat ini, dari 220 rumah sakit seluruh Sumatera Utara, masih 51 rumah sakit saja yang telah terakreditasi. "Setahu saya Dinkes memang cukup aktif sosialiasi, melakukan workshop dan pendampingan untuk proses akreditasi rumah sakit," jelasnya.
 
Terkait mutu rumah sakit, Wijaya memaparkan, ada tiga hal yang saling terintegrasi. Ketiga hal itu masing-masing, software (konsep), hardware (fasilitas), dan brainware (SDM). "Tentunya ketika ketiga hal tersebut terintegrasi pada posisi baik, maka mutu rumah sakit tentunya baik pula," sebutnya.
 
Untuk menguji integrasi ketiganya, sambung Wijaya, diperlukan akreditasi yang tentunya harus melibatkan peran serta pihak terkait terutama internal rumah sakit sendiri. Selain itu, yang tak kalah penting adalah peran aktif Kemenkes, Dinkes, organisasi profesi, Persi dan Tim KARS untuk mendorong pihak rumah sakit siap untuk diakreditasi. "Tapi, kesadaran rumah sakit sendiri tentang pentingnya akreditasi, mengingat keselamatan pasien menjadi tujuan utamanya," jelasnya.
 
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sumut, Azwan Hakmi Lubis mengatakan, pemilik rumah sakit swasta harus lebih giat dalam mencapai akreditasi. Sedangkan untuk rumah sakit pemerintah, Bupati atau Walikota selaku owner, harus lebih tegas memperbaiki sarana dan prasarana dalam mencapai akreditasi itu.
 
"Komitmen juga sangat diperlukan. Memang cukup sulit membangun komitmen ini, apalagi jika pemilik rumah sakit tidak begitu tertarik akreditasi," pungkasnya. (BS03)

Tags
beritaTerkait
Kualitas Pendidikan di Sumatera Utara Masih Timpang, Akademisi Tawarkan Solusi Strategis
Film Indonesia Menguat di Panggung Internasional Sepanjang 2025
Sarana Air Bersih dan 1.577 Tabung Bright Gas Disalurkan ke Warga Terdampak Bencana di Pidie Jaya
Akses Jalan Terbatas, BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh
BPH Migas Dukung Optimalisasi Penyaluran BBM untuk Nelayan di Nias Utara
Guru Hebat, Indonesia Kuat! Peringatan HGN ke-80 di MAS Proyek Univa Medan Penuh Makna dan Kebersamaan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker