Perempuan dan Paradoks Transisi Energi di PLTA Batang Toru
beritasumut.comTransisi energi bukan sekedar peralihan dari sumber energi fosil menjadi ramah lingkungan. Sistemnya harus berkelanjutan dan
Peristiwa
Beritasumut.com-Melihat tingkah laku masyarakat penyandang penyakit gila atau disebut dengan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang bebas dijalanan khusus di perkotaan, begitu cukup memprihatinkan.
Terutama dari sisi fisik yang sudah tidak terurus, bahkan ada yang sudah lupa dengan pentingnya pakaian penutup tubuh.
Perilaku ODGJ ini kerap menelusuri badan-badan jalan ditengah keramaian Kota dan kerap membuka tong tong sampah kemudian memakan apa yang didapatnya sehingga membuat orang waras jijik melihatnya.
Tetapi itulah prilaku ODGJ yang juga sering meminta minta diwarung warung nasi dan jajanan. Prilaku ODGJ ini kebanyakan untuk urusan perut, karena masih merasakan lapar dahaga bahkan ada yang masih mengenal bentuk uang, namun tidak mengerti nilainya tetapi tahu sebagai alat penukar dengan menyodorkan uang untuk ditukar dengan makanan atau minuman.
Dari fenomena ini, para ODGJ yang beraktivitas diperkotaan jarang melintas dijalan padat manusia dan kerap menghindar dari keramaian orang orang waras dan tidak melakukan perlawanan ketika harus diusir oleh para pedagang yang risih dengan kehadirannya.
Pandangan ini dikemukakan Ketua BCW (Binjai Corruption Watch) Binjai, Gito Affandy, dalam rapat rutin intern dimana masalah orang gila yang tidak tertangani oleh Pemko Binjai menjadi salah satu perhatiannya, terutama sisi prilaku ODGJ yang ternyata masih memiliki santun dalam perbuatan.
"Dan jika kita mau jujur, ada yang menarik dan patut kita contoh dari perbuatan ODGJ, bahwa orang orang tidak waras ini tidak mau mengambil hak orang lain, seperti mencuri atau mengambil paksa milik orang lain seperti pedagang, sekalipun ODGJ ini berdiri didekat jajanan, dia tidak akan mengambil dan pergi setelah diberi atau diusir," beber Gito yang mempunyai ciri khas jabrik yang panjang," ujarnya, Senin (28/11/2016).
Lanjut Gito, Soal uang, sekalipun tidak mengenal nilai, tapi orang ini masih punya niat untuk membeli makanan dan minuman. Artinya, secara tidak langsung ODGJ masih punya etika dan tatakrama untuk memiliki sesuatu yang diinginkan tidak main rampas atas barang yang bukan haknya dibanding koruptor.
"Para oknum koruptor yang duduk dikursi pesakitan persidangan dengan pakaian necis parlente bahkan di penjara ibarat penghuni terhormat dengan fasilitas istimewa dibanding narapidana kelas rakyat, kondisi itu tidak bisa dijadikan penutup atau menutupi moral bejadnya," ucapnya.
Lebih lanjut dibeberkan Gito, oknum koruptor yang masih bilangan manusia waras dan intelektual yang jauh lebih menyadari tentang hak haknya, sehingga bisa terjerat hukum karena menilep yang bukan haknya melalui sederetan perbuatan korupsi dan gratifikasi, jika dibanding dengan para ODGJ, maka fikiran orang-orang gila ini jauh lebih mulia dari para koruptor.
"Jauh lebih bisa dirasakan dengan penyaluran Raskin, masih ada penyelenggara Negara harus menjalani hukuman pidana karena menilep hak orang miskin dan dijual untuk kepentingannya. Padahal, orang miskin sekalipun tetap membayar untuk memperoleh haknya," bebernya.
Yang paling menyeramkan, lanjut Gito, kenapa masih terjadi tunggakan pembayaran panitia penyalur Raskin ke Bulog. Bahkan tunggakan ini dianggap hal biasa oleh penyelanggaraan Pemerintah semua tingkatan.
"Dilihat dari asfek Juridis Formal, persoalan ini bukan tunggakan dan jelas bukti adanya penggelapan hasil penjualan Raskin. Satu rupiahpun masyarakat miskin tidak pernah berhutang. Ambil jatah bayar, tidak ada uang tidak ada barang. Dan kemana uang hasil penjualan itu sehingga terjadi tunggakan. Uang hasil jual raskin bukan hak panitia penyalur. Jerih payah penyalur dan transportasi sudah diatur didalam APBD dan kenapa uang yang bukan haknya harus ditahan dan tidak disetor," katanya.
Dirinya juga menyesalkan kenapa harga jual raskin bisa melebihi ketentuan. Seribu, dua ribu bahkan lebih dari itu harga jual raskin dinaikkan dari harga dasar dan kelebihan harga jual dinikmati oknum oknum tertentu yang terlibat penyaluran. Bahkan sederatan oknum elemen sosial kontrol setiap bulan mendatangi oknum penyalur Kecamatan dan Desa/Kelurahan seolah ada bagian jatah dari kelebihan harga jual.
"Begitu nikmatkah uang itu sehingga banyak orang mengejar dan menilep hak orang miskin? Bukankah sikap prilaku itu lebih parah dari orang golongan ODGJ yang justru lebih sadar tentang yang bukan haknya?. ODGJ sajapun sadar tentang yang bukan haknya, kenapa orang orang waras tidak sadar dan mengejar yang bukan haknya," seru Gito Affandi sembari terlihat Emosi.
"Lantas, pantaskah para orang orang yang menikmati hidup dengan hasil dan kekayaan dari begituan dan meraup hak orang lain untuk dihormati? Jawabnya jelas TIDAK karena orang orang ini lebih dari sampah dan tempatnya ditong sampah untuk dikais oleh ODGJ. Sebagai sampah Negara, ini wajib dibasmi, sedangkan ODGJ patut dibina agar mendapatkan haknya sebagaimana yang diamanahkan Undang-Undang Dasar 1945," ungkap Gito. (BS08)
beritasumut.comTransisi energi bukan sekedar peralihan dari sumber energi fosil menjadi ramah lingkungan. Sistemnya harus berkelanjutan dan
Peristiwa
puluhan massa yang tergabung dalam Forum Keadilan Sosial Rakyat Indonesia (FRAKSI) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Markas Kepolisia
Peristiwa
Suasana di depan Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mendadak tegang. Massa aksi Dewan Peduli Negri kali ini yang dipimpin oleh K
Peristiwa
beritasumut.com Hening malam waktunya istirahat bagi setiap orang. Namun kondisi dinginnya malam menjadi teman yang mengiringi perjalanan p
Sosok
beritasumut.com Memenuhi tren kebutuhan ruang kerja modern yang mengutamakan keseimbangan antara produktivitas dan kualitas hidup (worklif
Ekonomi
Australia U19 keluar sebagai juara Piala AFF U19 2026 setelah menaklukkan Thailand dengan skor 20 pada laga final di Stadion Utama Sumate
Berita
Cahaya lilin perdamaian menerangi Lapangan Benteng Medan pada perayaan Waisak 2570 BE/2026, Sabtu malam (13/6/26).
Peristiwa
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat upaya pengawasan dan penertiban aktivitas tambang ilegal dengan mengga
Politik & Pemerintahan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan tenaga kerja masa depan d
Politik & Pemerintahan
Judi terbesar di Jalan Tengku Fachrudin, Desa Tanjung Garbus I, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, Selasa (9/6/2026).
Berita