Minggu, 07 Juni 2026

Diduga Terinfeksi Mers-CoV, Wanita Ini Dievakuasi ke RS Adam Malik

Rabu, 28 September 2016 19:15 WIB
Diduga Terinfeksi Mers-CoV, Wanita Ini Dievakuasi ke RS Adam Malik
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Virus Mers-CoV
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Seorang jemaah haji asal Kabupaten Langkat terpaksa harus dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik. Korban yang diketahui berinisial M ini, harus menjalani perawatan dikarenakan suspek (terduga) Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (Mers-CoV) sepulang menunaikan ibadah haji dari jazirah Arab.
 
Informasi yang diperoleh, pada Selasa (20/09/2016) lalu, wanita berusia 69 tahun itu, sempat berobat ke Klinik Haji di Arab Saudi karena mengalami demam dan batuk. Namun, keesokan harinya, kondisi pasien sudah lemas dan hanya bisa terbaring di tempat tidur saja. Selanjutnya, pada Senin (26/09/2016) kemarin, pasien mulai mengalami penurunan kesadaran dan dibawa ke RSU Djoelham Binjai. Keesokan harinya, Selasa (27/09/2016) pasien kemudian dirujuk ke RSUP H Adam Malik.
 
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) Agustama, membenarkan adanya salah seorang jemaah haji suspek Mers-CoV dan kini masih mendapatkan perawatan di RSUP Adam Malik.“Ya, benar. Pasien kini masih dirawat di RS Adam Malik,” ujar Agustama kepada wartawan, Rabu (28/09/2016).
 
Agustama menuturkan, pada Selasa (27/09/2016) kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB, kondisi pasien mengalami penurunan kesadaran, sesak, dan demam hingga 40 derjar celcius. “Pasien didiagnosa suspek Mers CoV, penumonia, suspek TB Paru, sepsis (peradangan), dan DM tipe dua,” jelasnya.
 
Menurut laporan yang diterimanya, korban telah dilakukan sejumlah pemeriksaan laboratorium seperti darah lengkap, elektrolit, fungsi ginjal, dan berkas pasien sudah dikonsul ke Prof dr Luhut Soeroso SpP (K). “Spesimennya sudah dikirimkan ke Balitbangkes Kemenkes RI di Jakarta. Kemungkinan, hasilnya akan diterima lima hari kerja setelah spesimennya diterima (petugas Kemenkes),” ungkapnya.
 
Sementara itu, Kasubag  Humas RSUP H Adam Malik, Sairi M Saragih mengatakan, pasien telah ditangani secara intensif oleh dokter spesialis paru. "Hasil diagnosanya, pasien mengalami pneumonia. Pasien juga mengalami sepsis (peradangan yang disebabkan infeksi) dan penyakit penyerta yaitu Diabetes Mellitus atau penyakit gula," ujarnya.
 
Hasil spesimen yang telah diambil, kata Sairi, telah dikirim Selasa (27/09/2016) kemarin. Namun, karena diagnosanya pneumonia dan adanya penyakit lain, maka tim medis tidak melakukan lagi pengambilan swab yang kedua dan ketiga. "Biasanya diambil swab sampai dua atau tiga kali. Tapi, khusus pasien ini, kita hanya mengambil hanya sekali saja," jawab Sairi.
 
Sairi juga mengakui, ketika masuk, pasien tidak sadar dan suhunya 40 derajat celcius. Namun, setelah menjalani perawatan, suhu tubuhnya sudah turun menjadi 38 derajat celcius. "Pasien dirawat di ruang infeksius. Kondisinya saat ini memang belum sadar, tekanan darahnya normal dan suhu tubuhnya 38 derajat celcius," pungkasnya. (BS03)

Tags
beritaTerkait
RS Adam Malik Siagakan Pelayanan Kesehatan Selama Libur Lebaran 2025
Transplantasi Solusi Terbaik Penyakit Ginjal Kronis
Rumah Sakit Adam Malik Lakukan Penyesuaian Jadwal Pelayanan Selama Ramadan
Dokter dan Perawat RS Adam Malik Peringati Hari Kanker Anak Bersama Pasien
RS Adam Malik Raih 4 Penghargaan dari Kemenkes RI untuk Kinerja 2024
Walikota Medan Dampingi Wamenkes Groundbreaking Oncology Center Building Adam Malik Hospital
komentar
beritaTerbaru
hit tracker