Senin, 27 Juli 2026

Kabupaten Asahan Tempati Peringkat Tertinggi Penderita Kaki Gajah di Sumut

Rabu, 14 September 2016 20:30 WIB
Kabupaten Asahan Tempati Peringkat Tertinggi Penderita Kaki Gajah di Sumut
BERITASUMUT.COM/IST
Penyakit kaki gajah.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumut pada tahun 2015, jumlah penderita kaki gajah yang tersebar di kabupaten/kota di Sumatera Utara mencapai 111 penderita. Sementara pada tahun 2016 ini, penyakit yang disebabkan oleh cacing filaria melalui perantara nyamuk tersebut jumlah penderitanya naik menjadi 156 orang.
 
"Dari 156 penderita kaki gajah ini, Kabupaten Asahan menempati urutan tertinggi dengan jumlah penderita 36 orang. Menyusul Langkat dan Tapteng masing-masing 12 penderita, Madina 10 penderita, Medan 4 penderita, Siantar 3, Tanjungbalai dan Paluta 2 penderita dan Palas 1 orang," sebut Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan NG Hikmet melalui Koordinator Program Tular Vektor dan Zoonosis Teguh Supriadi, Rabu (14/09/2016).
 
Teguh mengungkapkan, sebenarnya Dinas Kesehatan sudah memiliki program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) filariasis. Hanya saja pemberian obat tersebut diakuinya masih bersifat parsial, di beberapa kabupaten/kota, yakni, Sergai, Batubara, Labura, Labusel, Tapsel, Nias Barat, Gunung Sitoli dan Deli Serdang."Dari kabupaten/kota yang termasuk dalam program POPM itu terdapat 68 kasus atau penderita pada tahun 2016," sebutnya.
 
Dari 68 kasus tersebut penderita yang paling tinggi terang dia, berada di Labusel 34 kasus, Batubara 12 kasus, Labura 10 kasus, Gunung Sitoli 7 kasus. Program POPM yang dilangsungkan di kabupaten/kota tersebut dilakukan karena adanya hasil surveilans ditemukannya filaria.
 
Sedangkan, untuk kabupaten/kota di luar program POPM yang sudah tercatat memiliki penderita akan dilakukan survei secara bertahap untuk menentukan presentasi positif penduduk yang mengandung mikrofilaria.
 
"Jika memang di kabupaten/kota tersebut ada lebih 1 persen dari sampel maka akan dilakukan pengobatan massal. Survei bertahap bekerjasama dengan Kemenkes juga dilakukan mulai tahun ini dengan harapan pada tahun 2020 kasus kaki gajah dapat tertanggulangi alias zero kasus," pungkasnya.(BS03

 

Tags
beritaTerkait
KADIN Sumut: Kelangkaan BBM Ancam Iklim Usaha dan Stabilitas Ekonomi Daerah
Massa FRAKSi Desak Polda Sumut Tutup Markas Judi Mesin Tembak Ikan di Lubukpakam
Australia Juara Piala AFF U-19 2026, Sumut Sukses Tunjukkan Kapasitas Tuan Rumah Internasional
Dukung Kelancaran Distribusi Energi, Pertamina Sumbagut Perkuat Sinergi dengan BIN Sumut
Pertamina Sumbagut Gandeng BKKBN Dukung Pembangunan Keluarga dan Kesejahteraan Pekerja
Ramadan dan Idulfitri 2026, Pertamina Sumbagut-Ombudsman Sumut Pastikan Kesiapan Stok dan Layanan Energi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker