Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, pada bulan Agustus ini mencanangkan melangsungkan vaksinasi campak secara nasional di sejumlah Kabupaten/Kota ditanah air. Dari 183 Kabupaten yang diproyeksikan pemerintah pusat, 17 Kabupaten/Kota di antaranya berada di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Sumut NG Hikmet melalui Kepala seksi Bimdal Wabah dan Bencana, Suhadi mengatakan, imunisasi campak ini pelaksanaannya mulai dilakukan sejak tanggal 15 hingga 27 Agustus mendatang. Sementara untuk sweeping dan laporannya, dijadwalkan pada 29 Agustus hingga 10 September.
"Dari 17 Kabupaten/Kota yang diprogramkan, ada sebanyak 495.776 Balita. Angka ini sesuai dengan data yang ditetapkan oleh Pusdatin (Pusat Data dan Informasi) Kemenkes," ujar Hikmet, Senin (22/08/2016).
Suhadi menjelaskan, ke-17 Kabupaten/Kota tersebut yakni, Langkat 91.758 anak, Binjai 22.118 anak, Sergei 56.939 anak, Nias 17.107 anak, Nias Selatan 35.926 anak, Nias Utara 15.726 anak, Nias Barat 10.036 anak, Gunung Sitoli 14.223 anak, Madina 45.517 anak, Tanjung Balai 16.714 anak, Padang Lawas 31.854 anak, Padang Lawas Utara 31.643 anak, Tapsel 28.473 anak, Sibolga 8.338 anak, Dairi 29.521 anak, Humbahas 20.851 anak, dan Padang Sidempuan 19.032 anak."Anak-anak yang di imunisasi campak ini berada di usia 9 hingga 59 bulan atau 1 hingga 5 tahun," sebutnya.
Dipilihnya ke 17 Kabupaten/Kota ini lanjut Suhadi, dikarenakan, sering terjadinya Kondisi Luar Biasa (KLB) campak. Selain juga, persentase cakupan imunisasinya masih berada dibawah 95%."Jadi masih cukup banyak jumlah anak yang tidak kebal pada penyakit campak. Makanya 17 Kabupaten/Kota ini dipilih, apalagi secara nasional tahun 2020 mendatang Indonesia ditargetkan sudah terbebas dari penyakit campak," jelasnya.
Namun, Suhadi mengatakan, sebetulnya penyakit campak tersebut memang tidak bisa menyebabkan kematian. Asalkan, tidak terjadi komplikasi diare serta kekurangan gizi."Angka kematiannya sebetulnya memang rendah. Tapi jika komplikasi, selain dapat menyebabkan kematian juga bisa menciptakan kebutaan," tegasnya.
Sejauh ini, Suhadi menambahkan, di antara 17 Kabupaten/Kota ini, sebanyak 193.246 atau 39% anak balita sudah dilakukan imunisasi campak. Jumlah itu dicapai sejak vaksinasi campak dilakukan, mulai 15 hingga 19 Agustus kemarin."Setiap 4-5 tahun, crass program campak dilakukan," pungkasnya.(BS03)
Tags
beritaTerkait
komentar